Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Search

Sabtu, 27 Februari 2010

3G Radio Network Planning part 3

Sering mendengar di 3G / CDMA apa yang disebut dengan pilot, pilot sebenarnya adalah sebuah sinyal yang menandakan tiap- tiap sel itulah yang disebut dengan CPICH (Common Pilot Indicator Channel). Di suatu sel atau daerah terdapat banyak CPICH, namun hanya ada satu atau dua pilot yang bersifat dominan di dalam satu sel. Jangan sampai terdapat banyak pilot yang dominan karena inilah yang disebut dengan pilot pollution, ataupun juga tidak terdapat pilot yang dominan (no pilot dominant). CPICH diukur oleh node B berdasarkan 2 yaitu --> RSCP (Received Signal Code Power) dan Ec/No (energy chip per noise). 
Penyebab Bad coverage adalah terdapatnya area blank spot (coverage holes), Pilot Pollution, Access failure, kehilangan pesan paging, call drop, ataupun karena tidak adanya pilot yang bersifat dominan. Mumpung ingat bila terjadi pilot pollution salah satu caranya adalah dengan downtilt agar layanan sel satu dengan sel lainnya tidak saling tumpang tindih.
Sedangkan kapasitas yang kurang (Lack of Capacity) disebabkan karena kapasitas udara tidak tersedia lagi, Call Block yang tinggi, Call drop yang terjadi karena handover blocking, pemancar power Node B yang sudah penuh terpakai sementara trafiknya rendah, ataupun Channel Element (CE) yang sudah penuh). Namun hal yang paling pertama diperiksa bila terjadi call block (panggilan tidak dapat terjadi) adalah periksa dahulu kapasitas udaranya (air interface capacity) tersedia atau tidak. Kemudian setelah itu baru deh kita lihat Channel Element Capacity nya (ini segi hardware) dan setelah itu channel element occupancy nya.
Air Interface Capacity menentukan berapa jumlah channel elemen yang sebaiknya diinstal / dipasang pada node B (sebutannya dari BTS pada 2G). O yah ada teknik lain untuk menambah kapasitas suatu node B tanpa mengubah tilting ,,,,yaitu second carrier. Yeah kata inilah yang saya sering dengar dari teman planner yang menghandle 3G di kantor. Second carrier second carrier second carrier apaaan sih?  huh..(maaf soalnya ngiri ma teman yang dapet kesempatan bisa planning 3G sedangkan saya masih berkutat di 2G saja) hahaha kidding jangan dianggap serius tapi irinya baik koq ga bermaksud buruklah. Cuma kan yang namanya ilmu pengetahuan dan skill rasanya lebih mantap bila memiliki skill di 2G dan 3G RNP.
Yup tapi sekarang udah agak berkurang irinya hehe setelah mengenal istilah-istilah dalam dunia 3G seperti node B, RNC, CPICH, MAPL, pilot code, Scrambling Code, pole capacity, AICH,PICH, etc. Walau belum lengkap sih yah secara ilmu di 2G itu luas banget lhoo bahkan belum selesai mempelajarinya eh teknologi semakin berkembang lagi dan lagi seperti WIMAX, LTE dan entah apa lagi nanti.Yang jelas kuasai dulu ilmu yang sekarang ada, perkuat basic karena pasti dari basic itu orang bisa menjadi expert.

15 komentar:

Panji RW mengatakan...

kira-kira tulisannya nyaman dibaca gak yah?

Anonim mengatakan...

mas mau tanya kalau tugas rnp engineer secara garis besar apa ya>?

Panji RW mengatakan...

Tugas RNP engineer secara garis besar adalah mengatur segala hal yang berhubungan dengan radio frekuesi, coverage plot, new site hingga yang lebih complicated lagi seperti trafik. Tergantung kesempatan yang diberikan :)

Hendra mengatakan...

Keep writing bro, terutama tentang 3G =)
bahan pembelajarannya bagus2 euy,,

Salam

Anonim mengatakan...

Mas,

punya semacam powerpoint atau artikel mengenai cisco router funsi dan aplikasinya di jaringan BSS...tolong dong ....butuh banget nih...

Anonim mengatakan...

mas, mau nanya..
range KPI RSCP sama EC/NO untuk CDMA khususnya SMART berapa yah?
thanks..

Panji RW mengatakan...

Beda" sih tiap operator untuk rangenya...saya ga tau utk operator SMART brp
RSCP misal operator X :
Biru --> 0 s.d -82 dBm
Hijau--> -82 s.d -88 dBm
Kuning-> -88 s.d -92 dBm
Orange-> -92 s.d -108 dbm
Merah--> kurang dr -108 dbm

Sedangkan Ec/No, seperti biru 0 s.d -6 dbm
hijau -6 s.d 10 dbm ,,,dst

Anonim mengatakan...

mas, sya mau mnta tlong djelasin ttg channel element untuk Tugas Akhir sya..
konsep CE seperti apa? kapasitasnya brp? dan hubungannya dgn traffic user..
mohon bntuannya, thanks..
:)

Panji RW mengatakan...

wah blum plajari lagi tentang channel element,,hmm mungkin ada tmn yg udah berkicumpung di 3G lebih tau? (arif lineker plis jwb ya hehe,ayolah bagi" ilmunya buat orang)

Panji RW mengatakan...

hmm berhubung pada males jawab (si arif nih payah deh hehe),dan kebetulan lg lihat milist yg bahas ttg CE,, nih ane copas aja:
(from Radian) : kalau awak tak silap, mungkin kl di 3G itu berkenaan dengan yg dikenal
sbg CE (channel element)

CE ini yg mlakukan measure utk kebutuhan processing baseband capacity
& hardware utk dedicated channel (DCH,E-DCH)
CE sendiri ini unit, Dan kebutuhan akan jumlah CE ini based on traffic
type, & dependent on radio bearer yg akan digunakan, as well as on the
number of simultaneous users for each specific radio bearer.

salah satu contohnya dengan hubungannya SF (spreading factor), setiap
kali DCH/E-DCH teralokasi, CE yg terpakai bisa diasumsikan sebagai
cost, dan diekspresikan dengan CE Factor :

e.g
CE factor utk :
SF 256 = CE Factor UL 2
SF 128 = CE Factor UL 2
SF 16 = CE Factor UL 4

Dan CE ini shared dalam satu site, jd harus dimensioning per-site,
bukan per cell.(cmiiw)
Jadi , utk satu site bisa menghandle berapa traffic (voice, video /
data) ?
tergantung dari jumlah CE board (TX/RX) yg terinstall.

*mungkin analoginya mirip kaya DDRAM di laptop yak ihihihi...

mohon koreksi suhu2 master di 3G,
nubitol copas dari klipingan aja nih, gak pernah sekolah ginian
soalnya :D
(from Teguh Yulianto) : Singkatnya, masalah kapasitas di BTS adalah AC components (Power DL, Interference UL, Code (SF)) dan Base band capacity (Channel Elements). SF dan Code akan dikonsumsi untuk signalling dan bearer2 (R99/HSPA) secara berbeda. Anda bisa menemukan brp SF dan CE yg diperlukan untuk setiap jenis signalling dan masing2 bearer. Secara kasar dan dalam system NSN untuk voice SBB:

32 CE untuk signalling (FSM Rel.1 atau 0 bila pakai FSM rel.2 sbg base FSM), dan 1 CE untuk voice.

4 SF 128 untuk signalling, dan 1 SF128 untuk voice --> satu cell bisa handle 124 voice calls simultaneously. Bila dalam erlang dgn blocking 2% bisa diitung brp kapasitas erlangnya untuk 124 channels. Kalau biasanya satu site ada 3 cells, maka at least perlu: 32 + 124*3 = 404 CE

tetapi ada resource lain yg perlu diperhatikan, semisal power DL, UL interference, Iub (AAL2 capacity ataupun number CID), processor load, dll.

Rie mengatakan...

neh nemu lebih lengkap di http://www.scribd.com/doc/53069827/3G-Radio-Network-Planning
Tapi ga ada penulisnya. Yg nulis sama atau blog ini jiplak tanpa di tulis sumbernya?

Panji RW mengatakan...

@Rie:
:) saya sudah lihat link yg kamu maksud. itu justru diambil orang lain tanpa sepengetahuan saya. Blog ini kalo saya menyadur selalu menyebutkan sumbernya, nah sekarang sudah jelas kan? itu jelas" gaya bahasa saya sendiri :)

reang mengatakan...

ijin Ctrl+D ya om..biar ada waktu senggang bisa diliat2 dan dibaca serta diaplikasikan.suwun

reang mengatakan...

ijin CTRL+D om biar kalau ada waktu senggang bisa diliat2 dan dibaca serta diaplikasikan.suwun

Panji RW mengatakan...

@reang : silahkan bangett :)

Search Another

Amazone Stores

Blog search