Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Kelas Website

Search

Senin, 23 Maret 2020

Apakah 5G Network Slicing

5G network slicing merupakan fitur "hot" pada jaringan 5G yang tersembunyi karena semuanya berfokus pada speed dan latency saja. 

Network Slicing pada 5G yaitu arsitektur jaringan yang memungkinkan multiplexing berbagai layanan di infrastuktur physical network yang sama dengan partisi-partisi. Jadi parameter layanan dapat dipartisi sesuai kebutuhan dengan latency yang spesifik pula. Network slicing juga dapat membuat perusahaan baru dapat menyediakan konektivitas/sambungan yang ekonomis selama mengembangkan 5G. Kok bisa?
Iya, daripada menjual data base on gigabyte, perusahaan ini dapat menjual wireless connectivity dengan parameter yang spesifik. Misalnya sebuah fasilitas pabrik, dapat memprioritaskan low latency pada robotnya sehingga memungkinkan robot dapat beroperasi secara tepat dan teliti. Kemudian sebuah rumah sakit mungkin membutuhkan tidak hanya low latency saja tetapi membutuhkan dedicated bandwidth untuk telemedicine (pengobatan jarak jauh), untuk memastikan sinyalnya tidak menghilang/putus di saat momen buruk.




Berikut adalah sumber dari wiki untuk arsitektur network slicing :


Network slice controller

The network slice controller didefinisikan sebagai network orchestrator , yaitu automated configuration, coordination dan manajemen dari sistem komputer dan software.
  • End-to-end service management: mapping of the various service instances expressed in terms of SLA requirements with suitable network functions capable of satisfying the service constraints.
  • Virtual resources definition: virtualization of the physical network resources in order to simplify the resources management operations performed to allocate network functions.
  • Slice life-cycle management: slice performance monitoring across all the three layers in order to dynamically reconfigure each slice to accommodate possible SLA requirements modifications.

Service layer

The service layer interfaces directly with the network business entities (e.g. MVNOs and 3rd party service providers) that share the underlying physical network and it provides a unified vision of the service requirements. Each service is formally represented as service instance, which embeds all the network characteristics in the form of SLA requirements that are expected to be fully satisfied by a suitable slice creation. 

Network Function layer

The network function layer is in charge of the creation of each network slice according to service instance requests coming from the upper layer. It is composed by a set of network functions that embody well-defined behaviors and interfaces. Multiple network functions are placed over the virtual network infrastructure and chained together to create an end-to-end network slice instance that reflects the network characteristics requested by the service. The configuration of the network functions are performed by means of a set of network operations that allow management of their full life-cycle (from their placement when a slice is created to their de-allocation when the function provided is no longer needed).
To increase resource usage efficiency, the same network function can be simultaneously shared by different slices at the cost of an increase in the complexity of operations management. Conversely, a one-to-one mapping between each network function and each slice eases the configuration procedures, but can lead to poor and inefficient resource usage.

Infrastructure layer

The infrastructure layer represents the actual physical network topology (radio access network, transport network and core network) upon which every network slice is multiplexed and it provides the physical network resources to host the several network functions composing each slice.
The network domain of the available resources includes a heterogeneous set of infrastructure components like data centers (storage and computation capacity resources), devices enabling network connectivity such as routers (networking resources) and base stations (radio bandwidth resources).

Perbedaan dengan QoS,
Perbedaannya adalah pada pendekatan network slicing yang dalam penyediaannya memberikan end to end virtual network kepada tenant. Sebagai contohnya DiffServ yang merupakan solusi QoS untuk membedakan VoIP traffic dari tipe layanan lainnya seperti HD video dan web browsing. Namun sayangnya DiffServ tidak bisa memisahkan/membedakan perlakuan  pada tipe traffic yang sama (misalnya VoIP traffic) yang datang dari tenant yang berbeda.

Itulah sekilas mengenai network slicing 5G, lainnya tentang 5G dapat anda baca di sini https://telecommunicationforall.blogspot.com/search/label/5G

Senin, 16 Maret 2020

Apa Gunanya Belajar VBA Excel

Kira-kira apakah teman-teman sudah tahu apakah gunanya atau manfaatnya belajar visual basic for application atau disingkat VBA pada Excel?
Jika belum tahu, VBA excel macro digunakan untuk membantu pekerjaan rutinitas sehari-hari dengan memakai aplikasi microsoft excel sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan cepat tanpa harus melakukan manual.

Bukan hanya itu, VBA excel dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan secara cepat dan akurat bergantung dari kebutuhan setiap orang, entah dari menyimpan dan memberi nama file, mencari angka tertentu, mencari data-data dengan format tertentu dll dengan hanya beberapa kali atau satu kali klik tombol saja.

Berikut adalah beberapa sebagian kode VBA dasar (diambil dari bab3 Cara Asik Bikin Tool Sendiri, yang mungkin paling banyak digunakan, beberapa kode ini dapat diedit dan digabungkan menjadi suatu rangkaian command sehingga mempercepat dan mempermudah pekerjaan kita.

3.1 Membuka File

Workbooks.Open Filename:= _
        "D:\Folderutama\Subfolder1 \Subfolder2\namafileanda.xls"
(penjelasan : serangkaian perintah di atas maksudnya adalah macro akan membuka file yang kita inginkan, tapi sebelumnya kita harus tahu dulu letak file tersebut secara detil di bagian drive dan folder apa. Seperti pada contoh, saya membuka pada drive D dan ada di folder utama lalu masuk ke bagian subfolder1 dan subfolder2 dengan file name namafileanda.xls)
3.2 Menampilkan pilihan kotak yes no :
Msg = "Sudah Update GCELL?"
      Style = vbYesNo + vbQuestion + vbDefaultButton2
      response = MsgBox(Msg, Style)
If response = vbYes Then
MsgBox ("ok sip, lanjutkan")
    Else MsgBox ("hapus dahulu baris yang kosong")
End If
(penjelasan : serangkaian perintah di atas maksudnya adalah ketika macro dijalankan maka akan muncul window notifikasi berisi pilihan yes atau no. Jika anda mengklik yes maka akan muncul pesan ok sip lanjutkan, dan jika yang diklik no maka akan muncul pesan hapus dahulu baris yang kosong)
Perhatikan juga fungsi IF di atas selalu dibarengi dengan THEN lalu ELSE (jika ada kondisi lain) dan ditutup dengan END IF. Anda dapat memvariasikannya dengan perintah lainnya, misalnya jika Yes maka akan melakukan suatu pekerjaan A sedangkan jika No maka pekerjaan B.

3.3 Menulis rumus di cell tertentu :

Cells(3, 6).Value = "=LEFT(R[-1]C[-4],3)"
(penjelasan : Maksudnya adalah menuliskan rumus Left pada cell ke atas minus satu dan ke kiri minus 4 dan ambil sebanyak 3 karakter) Agar tidak bingung, sebenarnya buat dahulu rumusnya di excel, lalu ubah option ke R1C1 reference style, dan tinggal copy deh formula di kotak tadi yang kita ketik. Lihat gambar berikut :


1.      Ketik formula anda pada cell yang anda inginkan, contoh di F3, jika lupa apa itu formula left silahkan simak bab 1 ya.
2.      Ubah formulas pada tab File - Option- Formulas, lalu centang R1C1 reference style dan klik OK
3.      Sekarang kembali pada sheet excel anda dan lihat perubahan formulanya menjadi RC. Formula inilah yang anda ketikkan pada isi program VBA tadi. Oh ya setelah anda selesai menggunakan formulanya, jangan lupa untuk mengembalikan ke awal ya, dengan un-centang tanda R1C1 tadi.
Hasil dari formula di atas yang sebenarnya adalah =LEFT(B2,3) adalah lak


3.4 Copy Paste Value dan Escape :

Selection.Copy
    Selection.PasteSpecial Paste:=xlPasteValues, Operation:=xlNone, SkipBlanks _
        :=False, Transpose:=False
    Application.CutCopyMode = False
(penjelasan : Bahasa di atas maksudnya adalah mengcopy cell yang saat itu sedang terselect dan mempaste value di tempat cell yang sama, biasanya ini digunakan untuk menghilangkan formula, lalu application.cutcopymode = false maksudnya adalah kita menekan keyboard yang tulisannya Esc, tau kan? Di keyboard ujung atas sebelah kiri.) Btw Bahasa di atas adalah hasil dari record macro, nah sekarang saya infokan Bahasa simple untuk copy paste normalnya.

3.5 Copy Paste Cell ke Cell lain di sheet yang sama

Range("B2").Copy Range("H1")
(penjelasan : ini untuk copy cell B2 dan mem-paste ke cell H1 di sheet yang sama)

3.6 Copy Paste Cell ke Cell di worksheet / sheet lain

Worksheets("Sheet1").Range("A1").Copy Worksheets("Sheet2").Range("A1")
(penjelasan : ini untuk copy cell A1 di sheet1 dan mem-paste ke cell A1 di sheet yang berbeda bernama Sheet2)

3.7 Melakukan filter (dalam hal ini bilangan 00 sampai 07) :

ActiveSheet.Range("$A$1:$S$100").AutoFilter Field:=6, Criteria1:=Array( _
        "00", "01", "02", "03", "04", "05", "06", "07"), Operator:=xlFilterValues
 (penjelasan : filter kolom ke 6 dari range A1 sampai S100 yang isinya bilangan 00 sampai 07. Ini adalah hasil dari record macro, jika anda bingung dapat melakukan record macro untuk melihat hasil VBAnya)

3.8 Memfilter kriteria tertentu dan mengcopy ke cell yang diinginkan

Sub cobafiltercopy()
Range("Master").AdvancedFilter Action:=xlFilterCopy, criteriaRange:=Range("Kriteria"), CopyToRange:=Range("Hasil"), Unique:=False
End Sub
(penjelasan : Master adalah range sumber data yang sudah kita ubah (dapat anda ganti menjadi range(“A1:C13”), Kriteria adalah apa yang ingin dIfilter, dan Hasil adalah tempat cell hasil dari copy-an yang sudah dIfilter tadi)
Contoh Ini master databasenya :
Hasilnya untuk kriteria laki laki adalah :

3.9 Membuat monitor layar kita tidak mengikuti proses pergerakan VBA

Tambahkan ini di depan program > application.screenupdating = false
Kemudian di akhir program tambahkan > application.screenupdating = true

3.10 Menghapus semua isi baris tertentu yang dikehendaki :

Sub hapusbaris()
Dim lastrow As Integer
Sheets("hapus baris").Select
    lastrow = Cells(Cells.Rows.Count, 1).End(xlUp).Row
    For i = lastrow To 2 Step -1
        If (Cells(i, 1).Value) = "xx" Then
            Cells(i, 1).EntireRow.Delete
        End If
    Next i
    MsgBox ("Finish")
End Sub
(penjelasan : menghapus semua baris dari semua kolom 1 dikerjakan dari paling bawah yang ada text xx nya, lastrow adalah kalimat bebas yang kita tentukan sendiri yang penting ada artinya yah, dalam hal ini yaitu baris terakhir. Jadi karena baris terakhir adalah bentuk angka maka saya dimensioningkan ke dalam bentuk integer, btw penjelasan soal Dim, integer, string, dan kawan-kawan nanti ya akan dibahas juga.) Satu lagi jika anda tidak ingin mendelete baris tersebut namun hanya ingin menghapusnya, maka ganti baris kode Cells(i, 1).EntireRow.Delete  dengan Cells(i, "1").EntireRow.ClearContents

3.11 Rumus Menghitung jarak antar koordinat :

Sebelum ke Bahasa macro, kita definisikan dulu formula excel biasanya seperti ini :
=6371*ACOS(COS(RADIANS(90-D2))*COS(RADIANS(90-$F$2))+SIN(RADIANS(90-D2))*SIN(RADIANS(90-$F$2))*COS(RADIANS(C2-$E$2)))
(penjelasan : jangan pusingkan angkanya darimana, yang perlu anda ubah adalah cellnya disesuaikan dengan tempat cell anda mengetik formulanya. Di contoh D2 dan F2 adalah latitude site 1 dan latitude site 2, sedangkan C2 dan E2 adalah longitude site 1 dan site 2.)
Kemudian anda dapat memasukkan ke dalam VBA seperti ini, misalnya anda ingin hasil jaraknya ditulis di cell/range G2 :
Range("G2").Formula = =6371*ACOS(COS(RADIANS(90-D2))*COS(RADIANS(90-$F$2))+SIN(RADIANS(90-D2))*SIN(RADIANS(90-$F$2))*COS(RADIANS(C2-$E$2)))"
Hasil yang keluar adalah dalam bentuk kilometer, itulah selisih jarak antar kedua koordinat.

3.12 Memberikan pesan pop up selesai plus informasi

MsgBox "Done!" & vbCrLf & vbCrLf & "by namakamu" & vbCrLf & "emailkamu", vbInformation, "note"
 (penjelasan : anda dapat mengganti bagian nama,email,dan note)

3.13 Menentukan baris paling terakhir

lastrow = Cells(Cells.Rows.Count, 1).End(xlUp).Row
(penjelasan : 1 adalah kolom yang hendak dicari baris paling terakhirnya dan jangan lupa dimensioningkan dulu lastrownya sebagai integer atau long)

3.14 Menampilkan status VBA sedang running

Application.DisplayStatusBar = True
Application.StatusBar = "Searching..."
Application. StatusBar = False
(penjelasan : sebaiknya tidak perlu ditambahkan karena malah membuat program berjalan lebih lambat)

3.15 Menyimpan file di tempat yang dikehendaki

Ini sebagai .txt :
ActiveWorkbook.SaveAs Filename:="D:\folderutama\subfolder1\subfolder2\" & "Nama File Anda " + Format(Now(), "YYYYMMDD_hhmmss") _
& ".txt", FileFormat:=xlText
Sebagai xlsx sama tinggal ganti aja “.txt”nya dan fileformatnya ganti xlOpenXMLWorkbook :
ActiveWorkbook.SaveAs Filename:="D:\folderutama\subfolder1\subfolder2\" & "Nama File Anda " + Format(Now(), "YYYYMMDD_hhmmss") _
& ".xlsx", FileFormat:=xlOpenXMLWorkbook

(Penjelasan : arahkan secara detil ingin di-save di drive mana dan folder mana, anda tinggal mengganti bagian ini D:\folderutama\subfolder1\subfolder2\" & "Nama File Anda


Belum paham?
ya belum paham jika anda tidak sambil mempraktekkannya pada lembar kerja VBA dari excel anda.
Panduan dasar yang membantu anda dapat membuat sendiri tool dari VBA Excel atau belajar excel dengan mudah dan menyenangkan melalui ebook + elearning dapat dilihat di website ini http://diapps.my.id/vbabasic

Semoga dapat membantu membuat pekerjaan excel menjadi lebih cepat, akurat, dan efektif.

Have fun with your code.


belajar macro excel pdf
cara membuat macro di excel 2013
contoh macro excel
fungsi vba
belajar excel dasar
cara membuat aplikasi excel untuk database
kumpulan kode vba excel
belajar visual basic
belajar excel

Rabu, 09 Oktober 2019

Cara Meningkatkan DL Throughput LTE

Bagaimana cara menaikkan throughput LTE?

Pada intinya untuk menaikkan atau meningkatkan throughput LTE adalah dengan meningkatkan RSRP level dan SINR.
Throughput LTE sangat erat kaitannya dengan MCS yang bisa didapatkan (QPSK, 16QAM, 64QAM) , semakin tinggi MCS maka semakin naik juga nilai downlink throughputnya.
Agar MCS naik, anda harus membuat SINR semakin baik, dan agar SINR semakin baik, maka yang harus dilakukan adalah meminimalkan dari segi interference level seperti :

- Mengurangi no dominant serving cell dengan memperjelas coverage site mana yang dominant ke suatu area
- Tilting (downltilt/uptilt) atau Reazimuth antenna
- Mengurangi atau menghilangkan cell yang overshoot

hingga mengurangi / reduce network load dan optimasi enode B Tx level.

Yang mungkin sering dialami oleh engineer optim adalah terjadinya kesalahan keputusan dalam mendowntilt/uptilt antenna untuk memperjelas dominant site atau menentukan cell mana yang seharusnya dominant mengcover spot-spot yang hendak diperbaiki badspotnya. Bukannya bertambah baik malah menjadikan spot bertambah buruk ketika re DT (drive test) dilakukan, tentu kita tidak ingin hal ini terjadi. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan memanfaatkan penggunaan google earth untuk melihat kontur dan menggunakan bantuan planning tool untuk melihat best server dari site, bisa menggunakan apapun toolnya seperti atoll yg ringan diajarkan pada ecourse RF basic (http://bit.ly/belajarRF). Sehingga badspot yang dialami dapat kita tentukan sebaiknya diserving oleh cell yang mana. Uptilt atau downtiltnya nanti bergantung dari kontur dan tinggi antena, serta current configuration.
Inilah yang utama dilakukan pada optimasi LTE yaitu physical layer optimization terlebih dahulu.

Barulah ke step berikutnya yaitu parameter consistency check atau parameter tuning. Ada beberapa parameter yang sifatnya golden untuk throughput optimization, namun kita bahas satu di antaranya adalah PA dan PB berkaitan dengan RS (reference signal level) dan PDSCH.
Setiap vendor memiliki perbedaan nama parameter dalam mendefinisikan PA dan PB ini. PA dalam Nokia namanya dlrsboost, sedangkan Huawei adalah PaPcOff, lalu Ericsson crsgain, dan ZTE paforDTCH .
PB di Nokia allowPbindexZero, Huawei Pb, Ericsson pdschTypeBgain, dan ZTE pb

Jadi ada percobaan PDSCH power yang diboosting PAnya, atau yang diboost hanya PBnya saja. Contoh pada tabel di bawah ini :


Pada kondisi awal, baseline pa = 0 pb =1 kemudian TC atau test case 1 dan test case 2 dilakukan boosting pada RSnya saja dan pada PBnya saja.
Hasilnya adalah throughput meningkat baik pada TC1 maupun TC2. Lihat grafik yang saya ambil dari penelitian Xincheng Zhang berikut


Sebagai catatan perlu diketahui jika ingin memaksimalkan utilisasi PDSCH power, maka konfigurasi kombinasi PA dan PB yang dapat dipilih adalah 4 pasangan sebagai berikut :

PA = 0 PB = 0
PA = -3 PB = 1
PA = -4.77 PB = 2
PA = -6 PB = 3

Hanya saja anda mesti berhati-hati dalam melakukan boosting ini, karena juga berdampak pada capacity. Dan juga harap diingat bahwa throughput LTE yang dirasakan oleh pengguna bergantung juga pada network load atau traffic utilizationnya, jika memang loadnya sudah penuh atau PRB utilnya diatas 80%, maka DL thpnya juga akan menurun dan mempengaruhi SINR seperti yang pernah ditulis di blog ini sebelumnya pada pembahasan pengaruh load ke SINR. Maka fitur load balancing juga diperkenalkan oleh masing-masing vendor untuk meratakan load antar cell lainnya.


Untuk load memang sedikit yang bisa kita kendalikan, karena semakin banyak user maka ini akan menguntungkan operator juga, namun tentu akan mengurangi throughput LTE yang dirasakan. Sehingga yang dapat engineer lakukan adalah memastikan yang disebut di awal tadi, yaitu menimalisir interference yang ada seperti PCI interference, RSI, TAC hingga overshooting cells dan pemeriksaan config parameter radio lainnya.

Apalagi yang mempengaruhi downlink throughput LTE? ya tentu saja besar bandwidth yang digunakan, apakah 5 Mhz, 10 Mhz, 15 Mhz, atau 20 Mhz. Semakin besar bandwidth semakin tinggi kemungkinan throughput yang akan didapat karena RBnya juga semakin banyak.
Menghafalkan Resource Block mudah saja, tinggal kalikan dengan 5. misal Bw = 5 Mhz maka RB adalah 25, Bw = 15Mhz maka RB adalah 75 dan seterusnya kecuali Bw = 1.4 RB nya adalah 6 bukan 7. Lalu konfigurasi MIMO yang digunakan, makanya semakin banyak MIMO seperti pada teknologi 5G menggunakan MIMO 64T64R wah menjadi semakin berlipat lagi kecepatan downlink throughputnya. Dan MCS modulasi mana yang didapat, semakin tinggi bit rate tentu akan semakin tinggi juga throughputnya, oleh karena itu di awal pembahasan mengenai peningkatan DL/UL throughput LTE juga tidak lepas untuk meningkatkan modulasi coding scheme. 

Jumat, 20 September 2019

Apakah TTI Bundling

TTI bundling dalam LTE

TTI adalah singkatan dari Transmission Time Interval, yaitu sebuah metode dimana UE mentransmisikan sebuah PUSCH atau disebut juga mengirimkan transport block dalam beberapa subframe berturut-turut (yaitu 4 subframe berdasarkan spesifikasi yang ada), atau UE mentransmisikan PUSCH dalam suatu bundled TTI. bundling....
tanpa harus menunggu pesan HARQ/ACK/NACK.
Jika menggunakan HARQ retransmission maka akan ada delay 8ms, dan juga transmisi power dari UE yang berada di cell edge terbatas. 

Tujuannya adalah untuk lebih memungkinkan data reception dan decoding.

Dahulu sewaktu masih bekerja di optimisasi jaringan LTE Smartfren-Nokia, saya mendapati teman kerja menggunakan parameter TTI bundling ini untuk memaksimalkan tes VoLTE. Oh jadi ini maksud kegunaan parameter TTI bundling. jawaban dari issue uplink coverage, terutama untuk UE-UE yang berada di cell edge.



TTI_BUNDLE_SIZE = 4


Catatan :
Untuk parameternya lihat saja jika TTI Bundlingnya = True maka aktif, jika False maka tidak aktif.
Dapat diaktifkan pada FDD maupun TDD, namun di TDD hanya untuk UL/DL configurations 0, 1 dan 6.
Modulasi yang digunakan QPSK

Free Ebook RF Telco & Study Case

Download free ebook here

Powered by npotelekom

Jumat, 06 September 2019

Affiliasi Produk Telekomunikasi


Anda masih menganggur, sedang kuliah, atau sudah bekerja?
Tidak ada salahnya mencoba program affiliate yang satu ini khusus di bidang Teknik Telekomunikasi.

Affiliasi atau affiliate produk telekomunikasi kelihatannya belum ada yang memberikan fasilitasnya.
Oleh karena itu saya membuka kesempatan kepada anda yang ingin mempromosikan produk-produk berupa buku dan ecourse tentang telekomunikasi.
Tentu hasil jika terjadi penjualan dari produk affiliate tersebut, akan memberikan anda komisi yang jumlahnya bergantung dari produk yang berhasil anda pasarkan dan nantinya langsung masuk ke rekening anda.
Untuk produk-produk digital sih sudah banyak yang bermain di sana, namun niche atau interestnya masih di bisnis, bisnis online, software marketing,dan lain-lain, sehingga belum ada niche telekomunikasi.


Berminat join? selagi masih free. Silahkan download dahulu cara-cara daftar menjadi affiliate telko di link bawah ini : (File berupa PPT)

https://drive.google.com/open?id=1zmSdhljyP7MFWKn5Dnh2XzGO_JUbEOxs


Let's success together..

Rabu, 31 Juli 2019

Apakah Gaji 8 Juta Kecil??

Halo,

Kita semua tau jawaban dari pertanyaan di subject atas bergantung kepada hal-hal sbb :
-apakah untuk fresh or experienced?
-bidang apa yang dilamar?
-seberapa besar tanggung jawab dan kompetensi utk pekerjaan tsb?
-hasil teknikal interview?
dll kecuali dari lulusan mana anda berasal. 
Faktor-faktor itulah yang akan mempengaruhi besar kecilnya gaji yg diterima.

Well jika dilihat secara umum, gaji 8 juta untuk seorang fresh graduate akan dinilai sangat cukup baik sebagai permulaan. Karena jika ternyata hasil kerja anda bagus dan oke, maka tahun-tahun berikutnya bukan tidak mungkin, gaji anda akan naik signifikan berkali lipat (bisa dari kenaikan pangkat atau karena pindah bendera).  Pantaskan diri saja dahulu, baru berpikir soal gaji dan jangan terlalu hitung hitungan, apalagi buat para fresh graduate.
Jika anda tanyakan pada seorang engineer telko yg sudah berpengalaman lebih dari 7 tahun, apalagi status kontrak misalnya, maka bagi mereka 8juta itu pasti termasuk gaji yg terlalu kecil dan kebanyakan akan menolak jika ditawari segitu (kecuali jika sangat amat terpaksa). Ini wajar karena rate mereka pada umumnya sekitar 15-25 juta. Zaman dulu apalagi, lebih menggiurkan untuk dunia telko, para profesional bisa mendapat nilai hingga 45juta di dalam negeri..... 
Tapi itu dulu, sebelum negara api menyerang, setelahnya seperti yang kita ketahui bersama saat ini, semua nilai PO project Telko diturunkan habis habisan karena persaingan harga, dan berdampak pada gaji engineer yang akan diterima. Sudah tak seindah masa kejayaan dahulu, mungkin sekarang kebanyakan engineer mengalami penurunan gaji sebesar 15-30% dari 1-5 tahun sebelum tahun ini 2019.
Lalu apakah ada orang yang gajinya naik? ya pasti ada juga yg beruntung dinaikkan karena beberapa sebab. Boleh jadi karena loyalitasnya, tanggung jawabnya, kompetensinya, takwanya, dan faktor lainnya. Seberapa sulit kondisi yang dialami oleh negara atau perusahaan, janganlah berhenti untuk asah "pisau" diri, asah skill, dan tambah pengalaman. Cara mengasah "pisau" dirimu bisa dengan apa saja, misalnya dengan refresh belajar RF di http://bit.ly/belajarRF , baca buku/ebook telko, ikut pelatihan, belajar dengan teman atau mentor, dan lainnya.
Ibaratnya itu Investasi leher ke atas kalau kata orang-orang yang sukses. Sadar bahwa kekayaan itu bukan uang yg kita miliki, melainkan apa?
melainkan sesuatu yg kita punya setelah tidak memiliki uang sama sekali.
Jadi bukan berapa banyak uang yg kita miliki, tapi apa yg tersisa pada diri kita ketika uang hilang.
Semoga Anda punya kekayaan yang sebenarnya itu ya.

Salam Sukses,

Selasa, 23 Juli 2019

NB-IoT Teknologi Apakah Ini

Penasaran juga apakah NB-IoT yang belakangan ini kita sering dengar di project telko tanah air. NB-IoT adalah NarrowBand Internet of Things, coba untuk mencari dari sumber 3GPP dan wiki, nb-iot selanjutnya kita singkat ya...

Yaitu sebuah radio teknologi standar yang menggunakan Low Power Wide Area Network dikembangkan oleh 3GPP (release 13 dan 14) untuk memungkinkan berbagai perangkat dan layanan seluler. NB-IoT berfokus pada indoor coverage, low cost, long battery life (daya tahan baterai yg lama) dan high connection density. nb-iot menggunakan bagian kecil (subset) dari LTE standard tetapi membatasi bandwidth ke sebuah single narrow band dari 200kHz. Untuk modulasinya sama dengan LTE yaitu DLnya memakai OFDM, dan UL-nya pakai SC-FDMA.

NB-IoT dibagi atas LTE category NB1 di R13nya dan LTE cat NB2 di R14, coexist dengan jaringan 2G,3G,dan 4G. Kalau kita pernah dengar berita, Universitas Indonesia pernah menguji coba Implementasi bike sharing memanfaatkan teknologi NB-IoT. Menurut penjelasan Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto : NB-IoT lebih diperuntukan IoT, mesin, yang sifatnya sensor karena hanya membutuhkan broadband yang tak terlalu besar. "Yang dibutuhkan hanya sensor bahwa 'oh, sepedanya ada di sini, posisinya ada di sini'. Selain itu, keuntungan yang paling utama adalah energinya sangat irit," papar Andi di sela kerja sama Bike Sharing di Universitas Indonesia, Depok, Rabu (14/3/2018).
Juga dirangkum dari detik.com, lanjut Andi, perangkat NB-IoT yang tak lain berfungsi sebagai gembok dalam kondisi idle bisa bertahun-tahun tanpa diisi dayanya. Berbeda dengan teknologi sebelumya tidak dirancang untuk sensor kurang efisien.
"Jadi mungkin kebayang repotnya operasionalisasi sepeda yang mungkin tiap atau dua hari harus diisi daya perangkatnya. Nah, kalau ini mudah-mudahan tidak," paparnya.

Sepeda kuning dengan NB-IoT di UI. (Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan)

Dari kacamata operator telekomunikasi sendiri, seperti Telkomsel, hal ini dilihat sebagai sebuah inovasi yang sangat natural. Karena tak butuh perubahan infrastruktur yang terlalu besar.Terakhir, teknologi NB-IoT ini disebut telah memenuhi standar 3GPP dan beroperasi pada frekuensi 900 MHz.
Seperti diketahui Telkomsel berkolaborasi dengan Universitas Indonesia, Banopolis dan Huawei, mengaplikasikan NB-IoT lewat ekosistem sepeda kuning (Spekun) di lingkungan UI yang memang sudah hadir sejak tahun 2010. Teknologi ini dipasang pada sepeda dan juga tiang penyangga sepeda. Untuk menggunakannya, diperlukan aplikasi yang berfungsi sebagai kunci membuka gembok sepeda di tiang melalui kode QR.

Berdasarkan data dari GSMA (3GPP),  1 BTS NB-IoTbisa menghubungkan hingga 300.000 perangkat terkoneksi (connected device). Di sisi lain, teknologi ini juga membuat penggunaan daya pada perangkat pengguna lebih hemat.  Teknologi radio akses NB-IoT, yang merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan optimalisasi daya sehingga perangkat beroperasi hingga 10 tahun tanpa pengisian daya ulang baterai.
Implementasi lainnya juga dilakukan oleh PLN dengan smart meternya lho, dikutip dari dailysocial.id : Teknologi NB-IoT AMI menguntungkan pelanggan PLN dengan pembacaan meter yang dilakukan secara nirkabel dan real-time, dan  di lain pihak PLN pun bisa mengontrol status dan mengumpulkan informasi langsung dari meter dengan data terkini.  Selain itu, pemanfaatan teknologi ini juga bisa mengurangi potensi fraud/kecurangan di meter pelanggan dan memberikan akurasi tagihan yang lebih tepat.

hmm begitu toh. Oke, 

Berikut table 3GPP Narrowband Cellular Standard





Rangkuman keterangan lain NB-IoT :

5G Incorporates NB-IoT and LTE-M. Most people know NB-IoT and LTE-M as a 4G technology, but they also play a vital role in a 5G system to support 5G LPWA use cases. ... 3GPP has also agreed that no 5G New Radio (5G NR) based solutions will be studied or specified for LPWA use cases in the foreseeable future.

EC-GSM-IoT stands for Extended Coverage GSM IoT. This is a low-power wide area (LPWA) cellular technology based on eGPRS and designed as a high capacity, long range, low energy cellular system for IoT applications

both NB-IoT and LTE-M support SMS and TCP/IP communication. Being a 3GPP standard technology gives both NB-IoT and LTE-M a lot of the features inherent to cellular technologies today including software updates and secure encryption

LTE Cat M1 is a low‑power wide‑area (LPWA) air interface that lets you connect IoTand M2M devices with medium data rate requirements (375 kb/s upload and download speeds in half duplex mode).

LTE-M is the abbreviation for LTE Cat-M1 or Long Term Evolution (4G), category M1. This technology is for Internet of Things devices to connect directly to a 4G network, without a gateway and on batteries

Dah kebayang NB-IoT itu apa? semoga sudah :)

Rabu, 17 Juli 2019

Parameter Timer di LTE

Halo semua,

Di kesempatan tulisan kali ini, saya akan memberikan info mengenai parameter timer di LTE seperti t311, t301, t310, dan juga jumlah maksimum out/in sync yaitu n310 dan n311.

Oke langsung saja, setiap timer biasanya ada waktu tertriggernya kapan dia mulai bekerja, kapan dia berhenti, dan kapan dia expired.

1. Timer t311
Mulainya : yaitu setelah terjadinya RRC Connection Re-establishment Procedure. Apa itu RRC Connection Re-establishment Procedure? buat yang lupa bisa lihat gambar di bawah ini


Berhentinya : ketika UE sudah menemukan cell yang suitable untuk camp atau cell yang menggunakan RAT yang lain.

Kadaluarsa/Expired : ketika UE gagal menemukan cell yang suitable dalam waktu yang kita tentukan, dan masuk ke kondisi RRC idle.

t311 ini dalam milisecond, jadi bisa 1000ms (1 detik) ,3000 ms, 5000ms, 10000ms, 15000 ms, 20000ms, 30000ms (30 detik)

2. Timer t301
Mulainya : yaitu ketika terjadi transmisi dari RRC connection reestablishment request alias ketika UE mengirimkan pesan minta RRC connection request. Atau setelah t311 berakhir.

Berhentinya : ketika sudah reception / diterimanya RRC Connection Reestablishmnet atau ketika muncul message RRC Connection Reestablishmnet reject serta ketika cell yang dipilih menjadi tidak suitable.

Masuk ke kondisi RRC idle

note : timer t311 dan t301 itu berjalan sendiri-sendiri, tidak bersamaan seperti yang sudah dijelaskan di telegram channel ya: http://t.me/npotelekom

3. Timer t310
Mulainya : ketika n310 out of synch indicators habis setelah mencapai jumlah maksimum Atau ketika UE mendeteksi adanya kesalahan / fault di layer physical

Berhentinya : n311 in of synch indicators habis setelah jumlah maksimum tercapai, juga ketika handover


Jika t310 expired atau kurang dari n311 "in synch indication", maka terdeteksilah radio link failure dan re-establishment harus diattempt agar berlanjut ke RRC Connection. Namun jika RRC Connection re-establish tidak bisa diattempt, maka UE akan menjadi idle lalu mulai kembali ke cell selection

4. n310 = jumlah maksimum dari out of synchronization indication secara berturut-turut. diterima dari layer 1 (L1)
nilainya yaitu 
n1 = 0 , n2 = 1, n3 = 2, n4 = 3, n6 = 4, n8 = 5, n10 = 6, n20 = 7
misal diset maksimum 7, maka UE harus mengalami out of sych berturut-turut selama 7x terlebih dahulu.

5. n311 = jumlah maksimum dari in synchronization yang diterima dari layer 1 (L1)
Ini kebalikan dari n310, jadi berapa kali ia berturut berhasil masuk dalam keadaan "in synch"
nilainya :
n1=0 , n2=1, n3=2, n4=3, n5=4, n6=5, n8=6, n10=7

Mungkin masih ada yang bingung soal out of synch dan in synch....

sama saya juga hehe 
bercanda, ya pada awalnya juga bingung sih.


Oke jadi maksudnya gini :
Out of Sych = means 20 subframes of consecutive PDCCH decoding failure (1 frame = 10 ms dan tiap 1 subframe = 1ms = 2 slot. Nah berarti tiap 1 frame ada 10 subframe) jadi 20 subframe = 2 frame.

Jadi out of sych dengan settingan n20 itu setiap 20 subframe yang decoding PDCCHnya gagal barulah terhitung masuk ke kondisi out of synch.

Sedangkan (n311) In Synch dibuat sebaliknya biasanya disetting yang paling sedikit agar UE cepat masuk ke kondisi in synch. Kondisi in synch berarti decoding PDCCH yang sukses.

Gimana masih kurang jelas?

Semoga tambahan gambar di bawah semakin memperjelas



Masih ingat kan message 1 sampai message 5 di atas :)

Semoga bermanfaat.



Search Another

Blog search