Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Search

Jumat, 29 Juli 2016

Online Coverage Simulation

 Sebelumnya terima kasih untuk temanku yang memperkenalkan online coverage tool simulation ini secara tidak sengaja.
Mengapa gak dari dulu saya tau ya? hahaha
Selama ini saya plan tilting untuk coverage planning hanya mengandalkan "feeling" dan simulasi planning tool seperti MCP, Atoll, Unet, dll. Ternyata di internet ada tool simulasi instan untuk memperkirakan sejauh apa coverage dari suatu site.
 Memang sih untuk tools online yang satu ini kelebihannya adalah kita akan mendapatkan rekomendasi secara cepat untuk tinggi antena dan tilt antena, tetapi kekurangannya  adalah kita tidak dapat mengetahui berapa level dBnya dan tidak tersedia pilihan Mech tilt dan Electrical Tiltnya, dan juga simulasi hanya untuk single site saja. Sedangkan kelebihannya adalah simulasi ini cukup membantu kita untuk memprediksi secara cepat guna mendapatkan rekomendasi berapa tilt atau height yang ingin diubah, ditambah lagi kalkulasi ini sudah mempertimbangkan kontur atau gedung yang dibaca melalui google earth.
 Idenya seperti ini : cari site yang diduga sebagai overshooter, atau spot yang poor coverage lalu simulasikan di online tools ini. Setelah mendapatkan datanya, baru kita masuk ke analisis yang lebih detil lagi dengan menggunakan planning tool yang kita miliki untuk kemudian kita run global beberapa site di area yang ingin kita periksa.

Silahkan dicoba di http://www.gyokovsolutions.com/G-NetTilt/G-NetTilt.html


Anda harus menginstall terlebih dahulu google earth dan browser yang digunakan adalah firefox (entah browser lain bisa juga atau tidak).
Data yang diinput di tool itu adalah :
- Longitude, Latitude atau create site manual di peta
- Antenna Height
- Antenna Beamwidth Vertical dan Horizontal, nilainya bisa anda cari di spesifikasi antena yang digunakan.

Kamis, 28 Juli 2016

Contoh Cellref Actix WCDMA dan LTE

  Apakah sedang mencari format cellref untuk Actix?
Berikut adalah contoh format cellref actix untuk teknologi 3G WCDMA :
Buka excel file seperti biasa kemudian ketik pada baris pertama A1
; #NetworkData - datafile

  Kemudian di bawahnya mengikuti gambar contoh berikut ini
(WCDMA_Site) , (Site ID cukup 1 buah saja jika sitenya colo atau mempunya carrier lebih dari 1), (Site ID sama dengan kolom sebelumnya), (Latitude site), (Longitude site), (kosong), (Nama RNC)


Jika sudah memasukkan data site seperti di atas, lalu sambungkan di baris bawahnya dengan data cellnya yang berisi azimuth dll seperti contoh gambar di bawah ini :


   Pada contoh di atas ada site berjumlah 2 buah dan masing sitenya mempunyai 4 carrier. Format di kolom awal penulisannya adalah WCDMA kemudian dilanjutkan dengan data site ID, sector, azimuth, beam antena, kurung kurawal, Scrambling Code, MCC, MNC, LAC, cell id, kurung kurawal, kurung kurawal, Tech name, kurung kurawal, UARFCN, tinggi antena, dst.
Save as text files, silahkan coba import di actix anda.

  Untuk format LTEnya adalah sebagai berikut :
Contoh saya ambil sitenya ada 3 dan cellnya hanya untuk site pertama saja dengan teknologi FDD dan TDD


 Sama dengan WCDMA, format site dan cell ini digabungan dalam 1 worksheet dan save menjadi bentuk txt files.


Pada bagian cell penulisan di kolom awal adalah LTE_Cell lalu diikuti dengan Site ID, Sektor ID, Azimuth, Beam, kurung kurawal, UARFCN, PCI, MCC, MNC, kurung kurawal, kurung kurawal, enodeb ID, Tech name, Status, Cluster, Clutter type, dll.

Sebenarnya masih ada cara lain lagi yaitu dengan memasukkan database normal kita ke data network explorernya actix, kemudian samakan header dengan data kita.


Sementara itu dulu, selamat mencoba.

Rabu, 27 Juli 2016

Events and SIB

Pada umumnya event-event yang terjadi pada mobile communication dijabarkan pada tabel berikut :

Event Type
Description
Event A1Serving becomes better than threshold
Event A2Serving becomes worse than threshold
Event A3Neighbour becomes offset better than serving
Event A4Neighbour becomes better than threshold
Event A5Serving becomes worse than threshold1 and neighbour becomes better than threshold2
Event A6Neighbour become offset better than S Cell (This event is introduced in Release 10 for CA)
Event B1Inter RAT neighbour becomes better than threshold
Event B2Serving becomes worse than threshold1 and inter RAT neighbour becomes better than threshold2
Event C1CSI-RS resource becomes better than threshold
Event C2CSI-RS resource becomes offset better than reference CSI-RS resource

Kemudian kita sering mendengar tentang System Information Block atau SIB ,

berikut kategori SIB yang ada pada sistem telekomunikasi mobile.

SIB(System Information Block) LTE

SIB 1 
    i) Cell Access Related Information - PLMN Identity List, PLMN Identity, TA Code, Cell identity & Cell Status
    ii) Cell Selection Information - Minimum Receiver Level
    iii) Scheduling Information - SI message type & Periodicity, SIB mapping Info, SI Window length
SIB 2
    i) Access Barring Information - Access Probability factor, Access Class Baring List, Access Class Baring Time
    ii) Semi static Common Channel Configuration - Random Access Parameter, PRACH Configuration
    iii) UL frequency Information - UL EARFCN, UL Bandwidth, additional emmission
    iv) MBSFN Configuration
SIB 3
    i) Information/Parameters for intra-frequency cell reselections
SIB 4 
    i) Information on intra-frequency neighboring cells
SIB 5 
    i) Information on inter-frequency neighboring cells
SIB 6 
    i) Information for reselection to UMTS (UTRAN) cells  
SIB 7 
    i) Information for reselection to GSM (GERAN) cells  
SIB 8 
    i) Information for reselection to CDMA2000 systems
SIB 9 
    i) Home eNodeB name – for future LTE femtocell applications
SIB 10 / SIB 11
    i)  ETWS (Earthquake and Tsunami Warning System) information
SIB 12 
    i) Commercial Mobile Alerting System (CMAS) information.
SIB 13 
    i) MBSFN (eMBMS) Area Configuration
    ii) MCCH Configuration
SIB 14 
    i) Extended Access Barring
SIB 15 
    i) MBMS SAI (Service Area Identities) Configuration
SIB 16 
    i) GPS Related Informatin
SIB 17

i) WLAN Configuration for LTE-WLAN Interworking


Referensi lainnya untuk LTE SIB :

LTE system information blocksDescription
MIBCarries physical layer information of LTE cell which in turn help receive further SIs, i.e. system bandwidth
SIB1Contains information regarding whether or not UE is allowed to access the LTE cell. It also defines the scheduling of the other SIBs. carries cell ID, MCC, MNC, TAC, SIB mapping.
SIB2Carries common channel as well as shared channel information. It also carries RRC, uplink power control, preamble power ramping, uplink Cyclic Prefix Length, sub-frame hopping, uplink EARFCN
SIB3carries cell re-selection information as well as Intra frequency cell re-selection information
SIB4carries Intra Frequency Neighbors(on same frequency); carries serving cell and neighbor cell frequencies required for cell reselection as well handover between same RAT base stations(GSM BTS1 to GSM BTS2) and different RAT base stations(GSM to WCDMA or GSM to LTE or between WCDMA to LTE etc.) . Covers E-UTRA and other RATs as mentioned
SIB5Carries Inter Frequency Neighbors(on different frequency); carries E-UTRA LTE frequencies, other neighbor cell frequencies from other RATs. The purpose is cell reselection and handover.
SIB6carries WCDMA neighbors information i.e. carries serving UTRA and neighbor cell frequencies useful for cell re-selection
SIB7carries GSM neighbours information i.e. Carries GERAN frequencies as well as GERAN neighbor cell frequencies. It is used for cell re-selection as well as handover purpose.
SIB8carries CDMA-2000 EVDO frequencies, CDMA-2000 neighbor cell frequencies.
SIB9carries HNBID (Home eNodeB Identifier)
SIB10carries ETWS prim. notification
SIB11carries ETWS sec. notification


Sedangkan ini untuk 3Gnya :


System information block in UMTS typeFunction(Information carried)
SIB1NAS information,timer related information mainly used in IDLE/CONNECTED Mode
SIB2available URAs(max. 8 URAs in a cell)
SIB3cell selection/reselection parameters used by UE in IDLE mode, if SIB4 is not present then it can also be used by UEs(in CONNECTED MODE).
SIB4cell selection/reselection parameters used by UE in CONNECTED mode,if not present SIB3 to be used by UE
SIB5Carry info. on common physical channels(PICH/AICH/P-CCPCH/PRACH/SCCPCH) for UE(in IDLE mode), in the absence of SIB6 it is also used for UE in CONNECTED state.
SIB6Carry info. on common physical channels(PICH/AICH/P-CCPCH/PRACH/SCCPCH) for UE(in CONNECTED mode), in the absence of SIB6, UE need to use SIB5
SIB7carry fast changing cell parameter informations(uplink interference levels,dynamic persistence value)
SIB8carry static information for CPCH (only for FDD use)
SIB9carry dynamic information for CPCH (only for FDD use)
SIB10DRAC procedure related information(sent over FACH channel)
SIB11carry measurement control information(UE in IDLE mode), If SIB12 is absent it is also used for UE in CONNECTED mode.
SIB12carry measurement control information(UE in CONNECTED mode), If SIB12 is absent, SIB11 can be used by UE
SIB13-SIB13.4carry ANSI-41 parameter related informations used for ANSI-41 core networks.
SIB14carry outer loop power control information(TDD mode use only),used over dedicated and common physical channels.
SIB15-SIB15.4carry information used for UE positioning methods(e.g. GPS/OTDOA)
SIB16carry information related to channel configuration used for handover
SIB17carry information on shared common channels(to be used in CONNECTED mode,TDD use)
SIB18carry PLMN identities of neighbouring cells(used by UE in IDLE/CONNECTED MODE)











Rabu, 08 Juni 2016

Bagaimana Enode B menentukan MCS untuk UE?

Kita tahu bahwa semakin besar MCS yang didapat oleh UE maka throughput yang dihasilkan pun akan semakin tinggi di sisi pengguna (user). Lalu timbul pertanyaan bagaimana enode B memberikan dan menentukan berapa nilai MCS untuk UE tersebut?
Sebelumnya mari kita lihat tabel MCS index beserta coding rate dan CQInya (CQI lihat postingan sebelumnya) :
Table MCS didapat dari Annex A
MCS Index
modulation
coding rate x 1024
efficiency
Comments
Code Rate

0
2
120
0.2344
from CQI table
0.1171875

1
2
157
0.3057
Average Efficiency
0.15332031

2
2
193
0.377
from CQI table
0.18847656

3
2
251
0.4893
Average Efficiency
0.24511719

4
2
308
0.6016
from CQI table
0.30078125

5
2
379
0.7393
Average Efficiency
0.37011719

6
2
449
0.877
from CQI table
0.43847656

7
2
526
1.0264
Average Efficiency
0.51367188

8
2
602
1.1758
from CQI table
0.58789063

9
2
679
1.3262
Average Efficiency
0.66308594

10
4
340
1.3262
overlap
0.33203125

11
4
378
1.4766
from CQI table
0.36914063

12
4
434
1.69535
Average Efficiency
0.42382813

13
4
490
1.9141
from CQI table
0.47851563

14
4
553
2.1602
Average Efficiency
0.54003906

15
4
616
2.4063
from CQI table
0.6015625

16
4
658
2.5684
Average Efficiency
0.64257813

17
6
438
2.5684
overlap
0.42773438

18
6
466
2.7305
from CQI table
0.45507813

19
6
517
3.0264
Average Efficiency
0.50488281

20
6
567
3.3223
from CQI table
0.55371094

21
6
616
3.6123
Average Efficiency
0.6015625

22
6
666
3.9023
from CQI table
0.65039063

23
6
719
4.21285
Average Efficiency
0.70214844

24
6
772
4.5234
from CQI table
0.75390625

25
6
822
4.8193
Average Efficiency
0.80273438

26
6
873
5.1152
from CQI table
0.85253906

27
6
910
5.33495
Average Efficiency
0.88867188

28
6
948
5.5547
from CQI table
0.92578125

29
Implicit TBS signaling with QPSK
30
Implicit TBS signaling with 16QAM

31
Implicit TBS signaling with 64QAM


TBS Set, Jumlah data bits user yang ditransmisikan ke single user dalam 1 TTI (1ms). TB (Transport Block) menempati 2 PRB di time domain
3GPP TS 36.213 memberi spesifikasi tabel pada :
-> MCS index yang berhubungan dengan Mod Order (Mod Type) dan TBS Index
-> TBS index memberikan Transport Block Size (TBS) untuk jumlah PRB yang spesifik
-> MCS index bernilai 0 hingga 28, keputusannya diberikan oleh scheduler yang akan menerjemahkan specific CQI ke dalam MCS Index.
-> ITBS = TBS Index
TBS index dimapping ke TBS size yang spesifik dan untuk PRB yang spesifik
Contoh di atas adalah Itbs yang dipilih adalah 9 bila diinginkan MCSnya bernilai 10 (lihat tabel MCS) yang berarti modulasinya adalah 16 QAM asumsi terendah yang diinginkan. Pada keterangan tabel di atas MCS yang berada pada kondisi radio terbaik adalah yang mendapatkan MCS 64QAM (tidak pada cell edge). Asumsi misalnya jika kita inginkan throughput pada ujung cell atau cell edge throughput sebesar 384 kbps, maka MCS = 10-16 atau 16QAM, dan TBS index = 9
Air Interface user throughput = 384 / (100% - 10%) = 427 kbps (10% adalah asumsi BLER)
Dari tabel TBS pada halaman berikutnya dengan RB maka kita harus mencari bit yang lebih besar dari 427 kbps agar resource tercukupi, oleh sebab itu dapat dilihat pada table maka RB used yang dipilih = 3 karena bernilai 456 kbps sedangkan bila RB = 2 maka nilai TBSnya 296 kbps.
Jadi kesimpulannya adalah menggunakan 3 RB atau RB used = 3 (lihat tabel TBS index dengan NPRB di tabel). Dengan itu kita sudah mengetahui bahwa bila diinginkan throughput UE yang berada di cell edge sebesar 384 Kbps maka setidaknya eNb harus mengalokasikan sebanyak 3 RB. 
Tabel-table di atas menjelaskan proses dari MCS hingga mendapatkan Resource Block, namun bagaimana proses sebelum MCSnya terjadi? 
jawabannya adalah pada CQI (Channel Quality Index) yang diberikan oleh enode b melalui Downlink Control Information (DCI) berdasarkan algoritma tertentu kepada UE. 

Namun pada table di atas CQI hanya menentukan modulasi apa yang dipakai dan tidak semua code rate terdapat di sana. Lalu bagaimana enode memberikan tepatnya MCS berapa yang diberikan ke UE? CQI hanya berjumlah 16 sedangkan MCS berjumlah 32 atau 29 yang dipakai, bagaimana cara mappingnya?
Apakah base on vendor / enode B designer yang menentukan nilai tepatnya?
Ataukah dengan cara melihat coding rate terdekat (menggunakan pendekatan) dari mapping CQI yang ada ke MCS untuk kemudian ditentukan oleh DL scheduler?

Atau ada pendapat lain dari teman-teman,silahkan

Search Another

Amazone Stores

Blog search