Fake BTS: Ancaman Keamanan di Jaringan Telekomunikasi dan Cara Menghindarinya

Panji Ryan Widhi
5 minute read
0

Fake BTS

Dalam era digital yang semakin maju, ancaman terhadap keamanan telekomunikasi semakin beragam. Salah satu ancaman yang cukup meresahkan adalah Fake BTS atau BTS palsu yang sering digunakan untuk menipu pengguna dengan SMS masking dan serangan phishing. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa itu Fake BTS, bagaimana cara kerjanya, serta bagaimana cara melindungi diri dari serangan ini.


Apa Itu Fake BTS?

Fake BTS (Base Transceiver Station palsu) adalah perangkat yang dapat meniru menara seluler asli untuk menangkap atau memanipulasi komunikasi pengguna. Perangkat ini sering digunakan oleh pelaku kejahatan untuk:

✅ Mengirim SMS Masking (pesan palsu yang terlihat berasal dari lembaga resmi).
Menyadap komunikasi tanpa sepengetahuan pengguna.
✅ Melakukan serangan phishing dengan mengirimkan tautan berbahaya.

Fake BTS biasanya digunakan dalam skema penipuan seperti SMS banking palsu, pemberitahuan hadiah palsu, hingga permintaan informasi pribadi yang dapat membahayakan pengguna.


Cara Kerja Fake BTS

  1. Meniru BTS Asli

    • Perangkat Fake BTS memancarkan sinyal yang lebih kuat daripada menara asli sehingga ponsel pengguna otomatis berpindah ke BTS palsu ini.

  2. Mengirim SMS Masking atau Phishing

    • Setelah ponsel terhubung, Fake BTS bisa mengirim SMS seolah-olah berasal dari bank, e-commerce, atau layanan resmi lainnya.

  3. Membujuk Korban untuk Mengklik Link Berbahaya

    • SMS yang dikirim sering mengandung tautan palsu yang mengarahkan korban ke situs berbahaya yang mirip dengan situs asli.

  4. Mengambil Data Korban

    • Jika korban mengklik tautan tersebut dan memasukkan informasi login atau data pribadi, peretas bisa mencuri informasi tersebut dan menyalahgunakannya.

Bagaimana Cara Kerja Fake BTS Mobile?

🔍 1. Perangkat Fake BTS Dipasang di Mobil

  • Pelaku memasang IMSI Catcher atau Stingray di dalam mobil, yang dapat meniru menara seluler asli.

  • Saat mobil bergerak, perangkat ini secara otomatis menangkap ponsel yang ada di sekitarnya.

📡 2. Memancarkan Sinyal Lebih Kuat dari BTS Asli

  • Ponsel selalu mencari sinyal terkuat untuk terkoneksi ke jaringan. Fake BTS ini memancarkan sinyal lebih kuat sehingga perangkat pengguna otomatis berpindah ke BTS palsu tanpa disadari.

📩 3. Mengirim SMS Masking atau Phishing

  • Setelah ponsel terhubung, Fake BTS bisa mengirimkan SMS palsu seolah-olah dari bank, e-commerce, atau instansi resmi.

  • SMS biasanya berisi tautan phishing yang jika diklik akan mencuri data korban.

🕵 4. Menyadap atau Mengintersep Data

  • Dalam beberapa kasus, Fake BTS juga bisa mencegat komunikasi, termasuk SMS dan panggilan telepon.

  • Biasanya ini terjadi jika ponsel korban dipaksa turun ke jaringan 2G, yang memiliki enkripsi lebih lemah.

🚗 5. Berpindah Lokasi untuk Menjangkau Lebih Banyak Korban

  • Karena Fake BTS ini mobile (dipasang di mobil), pelaku bisa berkeliling ke berbagai area perkotaan dan pemukiman untuk menargetkan lebih banyak pengguna.


Cara Menanggulangi Fake BTS dan SMS Masking

🔒 Jangan Percaya SMS yang Meminta Data Pribadi

  • Bank atau layanan resmi tidak akan pernah meminta OTP, PIN, atau password melalui SMS. Jika menerima SMS semacam ini, abaikan dan laporkan.

🔍 Periksa Keaslian Link dalam SMS

  • Jika SMS berisi link, pastikan alamatnya benar. Contoh:

    • https://bankresmi.com/login (Asli)

    • https://bank-resmi.com/secure-login (Palsu)

    • http://bankresmi.xy/login (Palsu)

    • atau lainnya melebihkan huruf misalnya https://bankresmii.com

🚀 Gunakan Aplikasi Keamanan

Beberapa aplikasi keamanan dapat mendeteksi Fake BTS atau memblokir SMS berbahaya. contoh :

  • SnoopSnitch (Android)

    • Aplikasi ini menganalisis sinyal seluler dan mendeteksi kemungkinan adanya Fake BTS (IMSI Catcher).

    • Bisa menunjukkan jika ponsel Anda terhubung ke menara yang mencurigakan.

  • Cell Spy Catcher (Android)

    • Memeriksa apakah ponsel berpindah ke BTS yang tidak dikenal atau mencurigakan.

    • Berguna untuk mengetahui apakah ada Fake BTS di sekitar.

  • AIMSICD (Android IMSI-Catcher Detector) – Tidak lagi diperbarui

    • Aplikasi open-source yang dulu digunakan untuk mendeteksi IMSI Catcher (Fake BTS).

    • Saat ini tidak lagi diperbarui, tetapi masih bisa digunakan dalam beberapa perangkat.

📡 Gunakan Jaringan 4G atau 5G

  • Fake BTS lebih mudah menyerang ponsel dalam mode 2G. Jika memungkinkan, aktifkan VoLTE atau gunakan hanya jaringan 4G/5G.

📞 Laporkan ke Operator

  • Jika menerima SMS mencurigakan, segera laporkan ke Kominfo atau operator seluler agar tindakan lebih lanjut bisa diambil.

Too good to be true, seringkali sms penipuan ini memberikan janji yang menggiurkan seperti poin tinggi yang harus segera ditukarkan, dan lainnya. Oleh karena itu jangan tertipu ya..




Kesimpulan

Fake BTS merupakan ancaman serius dalam dunia telekomunikasi. Dengan memahami cara kerja dan cara melindungi diri, masyarakat bisa lebih waspada terhadap SMS Masking dan phishing. Pastikan selalu memeriksa keaslian pesan yang diterima, menghindari tautan mencurigakan, dan menggunakan jaringan yang lebih aman.

🔔 Bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tahu dan terhindar dari penipuan Fake BTS! 💡

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berikut dikutip dari CNN :

"Kegiatan pemantauan dan pengawasan tersebut telah terkumpul fakta adanya penyebaran SMS palsu berisi penipuan yang mengatasnamakan salah satu bank swasta. Penggunaan frekuensi secara ilegal. Jadi mereka memancarkan alat tersebut yang digunakan, kirim blast SMS masking dari perbankan," ujar Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni Supriyanto dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Selasa (25/3). Sumber CNN Indonesia.

"Di dalam mobil terdapat perangkat perakitan fake BTS pada semua frekuensi seluler. Jadi frekuensi 1800 (MHz) ada, 900 (MHz) ada, 2,1 (GHz) ada. Luar biasa mereka memancarkan di semua frekuensi yang digunakan oleh seluler," jelas Wayan.

Lebih lanjut, Wayan mengatakan modus semacam ini juga terjadi di negara lain seperti Thailand, China, hingga Hongkong.

Alat yang digunakan pelaku bekerja dengan membajak frekuensi. Kemudian, mereka bergerak di frekuensi 2G lalu mengirimkan SMS blast masking kepada para pelaku.

SMS yang diterima para korban memuat link phishing yang bisa berujung rekening mereka dikuras.


Apakah fake BTS benar ada?

dari sudut pandang teknis dan bukti yang ada, Fake BTS itu nyata dan telah digunakan dalam berbagai serangan siber serta penyadapan di berbagai negara.


Mengapa Fake BTS Itu Nyata?

Berikut beberapa bukti dan alasan yang menunjukkan keberadaan Fake BTS:

🔹 Teknologi IMSI Catcher Sudah Lama Ada

  • Fake BTS umumnya dikenal sebagai IMSI Catcher (International Mobile Subscriber Identity Catcher).

  • Perangkat ini digunakan oleh beberapa lembaga intelijen dan penegak hukum untuk menyadap komunikasi atau menangkap tersangka kriminal.

  • Contoh perangkat yang sudah terkenal: Stingray, Hailstorm, dan Dirtbox yang digunakan oleh badan keamanan di AS dan Eropa.

🔹 Kasus Nyata Penggunaan Fake BTS

  • Tiongkok (2019): Polisi menangkap kelompok kriminal yang menggunakan Fake BTS untuk mengirim SMS phishing massal.

  • Eropa (2016): Seorang peneliti keamanan menemukan bahwa Fake BTS digunakan untuk menyadap anggota parlemen Jerman.

  • Indonesia (Kasus SMS Masking): Banyak laporan SMS penipuan yang muncul dengan nama pengirim palsu. Meskipun tidak semua berasal dari Fake BTS, teknologi ini bisa digunakan untuk mengirim SMS tanpa melewati jaringan resmi operator.

🔹 Penelitian dan Eksperimen Keamanan

  • Peneliti keamanan siber telah beberapa kali membuktikan bahwa Fake BTS bisa dibuat dengan software-defined radio (SDR) murah seperti HackRF atau OpenBTS.

  • Dengan perangkat yang tepat, seseorang bisa membuat BTS palsu dengan modal kurang dari Rp10 juta.

jadi sudah percaya kalau fake BTS benar-benar ada?

Posting Komentar

0Komentar

Silahkan berkomentar yang baik di sini :) (no junk)

Posting Komentar (0)

Search Another