Quantum Computing 5G

Panji Ryan Widhi
0


Quantum Safe 5G Dimulai dari Satu Pertanyaan: Kriptografi Digunakan di Mana Saja?

Perkembangan teknologi quantum computing mulai membawa perhatian baru bagi industri telekomunikasi. Bukan karena jaringan 5G saat ini langsung menjadi tidak aman, tetapi karena operator perlu mulai mempersiapkan bagaimana sistem keamanan jaringan akan beradaptasi terhadap ancaman komputasi kuantum di masa depan. Kriptografi adalah ilmu dan teknik untuk mengamankan informasi dengan mengubah data asli menjadi bentuk acak yang tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang. (telkom)

Salah satu langkah awal yang cukup penting sebenarnya sangat sederhana:

Di mana saja kriptografi digunakan di dalam jaringan kita?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena jaringan telekomunikasi modern tidak hanya terdiri dari perangkat radio. Di belakang layanan 4G dan 5G terdapat berbagai network function, interface, server, aplikasi, sertifikat, API, sistem cloud, serta software dari banyak vendor.

Semua komponen tersebut dapat menggunakan mekanisme kriptografi yang berbeda.

Karena itu, sebelum operator melakukan migrasi menuju sistem yang quantum-safe, operator harus mengetahui terlebih dahulu apa saja aset kriptografi yang saat ini digunakan.


Apa Itu CBOM?

ATIS telah merilis profil Cryptographic Bill of Materials (CBOM) yang secara khusus ditujukan untuk kebutuhan telekomunikasi dan dapat digunakan sebagai bagian dari perencanaan migrasi keamanan menuju era quantum-safe.

Secara sederhana, CBOM dapat dibayangkan seperti inventory kriptografi.

Kalau network inventory mencatat:

  • Site

  • Cell

  • Radio

  • Router

  • Server

  • Network Function

  • Interface

maka CBOM berfokus pada hal seperti:

  • Algoritma kriptografi

  • Library kriptografi

  • Sertifikat

  • Key

  • Protokol keamanan

  • Software component

  • Sistem yang menggunakan komponen tersebut

  • Dependency antar-komponen

Dengan kata lain:

CBOM membantu operator mengetahui "kripto apa yang digunakan, di mana digunakan, dan bergantung pada apa".


Mengapa Ini Penting untuk Jaringan 5G?

Jaringan 5G semakin kompleks dan terdistribusi.

Misalnya terdapat:

UE → gNB → 5G Core → API → Application → Cloud

Di masing-masing bagian tersebut bisa terdapat mekanisme keamanan dan kriptografi yang berbeda.

Belum lagi terdapat:

  • Network slicing

  • Service-Based Architecture

  • APIs

  • Cloud infrastructure

  • Virtualized Network Functions

  • Container

  • OSS/BSS

  • IoT platform

  • Authentication system

  • Certificate management

  • Transport security

Jika operator ingin mengganti algoritma kriptografi tertentu, tidak cukup hanya mengetahui satu perangkat yang menggunakan algoritma tersebut.

Operator juga harus mengetahui sistem lain yang bergantung padanya.


Contoh Sederhana

Misalnya sebuah operator menemukan bahwa algoritma kriptografi tertentu digunakan pada sebuah sistem 5G.

Secara sederhana:

Algorithm A
     │
     ├── Network Function A
     │
     ├── API Gateway
     │
     ├── Certificate
     │
     └── Application B

Kemudian operator ingin mengganti Algorithm A dengan algoritma yang lebih tahan terhadap ancaman quantum computing.

Kalau hanya melihat Network Function A, proses migrasi bisa terlihat sederhana.

Tetapi ternyata:

Application B juga bergantung pada library yang sama.

Dan API Gateway menggunakan certificate yang terkait dengan sistem tersebut.

Artinya, mengganti algoritma pada satu tempat dapat berdampak pada beberapa sistem lainnya.

Di sinilah dependency mapping menjadi penting.


Tiga Manfaat Utama CBOM

1. Mengetahui di mana kriptografi digunakan

Operator dapat mengidentifikasi sistem dan network function mana yang menggunakan mekanisme kriptografi tertentu.

Ini membantu menjawab pertanyaan:

"Algoritma ini sebenarnya digunakan di mana saja?"

Tanpa inventory yang jelas, operator berisiko melewatkan komponen tertentu.


2. Memahami Dependency

CBOM tidak hanya mencatat algoritma.

Yang lebih penting adalah memahami hubungan antar-komponen.

Misalnya:

Application
     ↓
Library
     ↓
Cryptographic Algorithm
     ↓
Certificate
     ↓
Network Function

Dengan mengetahui dependency tersebut, operator dapat memperkirakan dampak apabila salah satu komponen diganti.

Ini sangat penting pada jaringan operator karena perubahan pada satu komponen dapat berpengaruh terhadap banyak sistem lainnya.


3. Menentukan Prioritas Migrasi

Tidak semua sistem harus dimigrasikan pada waktu yang sama.

Dengan inventory yang lengkap, operator dapat melakukan assessment:

Mana yang paling kritis?

Mana yang memiliki dependency paling banyak?

Mana yang menggunakan algoritma yang perlu segera diganti?

Mana yang membutuhkan perubahan software atau hardware?

Dari sini operator dapat membuat roadmap migrasi secara bertahap.


CBOM Bukan Solusi Enkripsi

Ada satu hal yang perlu diperjelas.

CBOM bukan teknologi enkripsi.

CBOM tidak secara otomatis:

  • mengenkripsi traffic,

  • mengganti algoritma,

  • mengamankan jaringan dari quantum attack,

  • atau membuat jaringan 5G menjadi quantum-safe.

CBOM lebih tepat dipandang sebagai framework untuk inventory dan dependency management kriptografi.

Ibarat RF optimization:

Sebelum melakukan optimasi jaringan, kita membutuhkan data inventory, konfigurasi, KPI, dan measurement.

Kita tidak mungkin langsung mengubah parameter tanpa mengetahui kondisi awal jaringan.

Hal yang sama berlaku pada migrasi keamanan.

Sebelum mengganti algoritma kriptografi, kita perlu mengetahui terlebih dahulu apa saja yang menggunakan algoritma tersebut.


Hubungannya dengan Quantum-Safe 5G

Quantum computing berpotensi mengubah asumsi keamanan yang digunakan oleh sebagian sistem kriptografi saat ini.

Karena itu, industri mulai mempersiapkan pendekatan yang sering disebut Post-Quantum Cryptography (PQC) atau teknologi kriptografi yang dirancang agar lebih tahan terhadap kemampuan komputer kuantum.

Namun migrasi ke sistem quantum-safe bukan sekadar:

"Ganti algoritma lama → selesai."

Dalam jaringan operator, prosesnya bisa lebih kompleks:

Inventory
   ↓
Identify Cryptography
   ↓
Map Dependencies
   ↓
Risk Assessment
   ↓
Prioritize
   ↓
Migration Planning
   ↓
Testing
   ↓
Deployment
   ↓
Monitoring

CBOM berada terutama pada bagian inventory dan dependency mapping, tetapi keduanya merupakan fondasi penting sebelum masuk ke tahap migrasi.


Bayangkan CBOM Seperti "Network Inventory untuk Security"

Engineer telekomunikasi tentu familiar dengan konsep network inventory.

Sebelum melakukan planning atau optimization, kita perlu mengetahui:

Site apa saja yang ada?
Cell apa saja yang aktif?
Band apa yang digunakan?
Vendor apa?
Hardware apa?
Software version berapa?

Dalam konteks keamanan:

Algoritma apa yang digunakan?
Library apa?
Certificate apa?
Network function mana yang menggunakannya?
Sistem apa yang bergantung padanya?
Vendor mana yang menyediakan komponennya?

Itulah cara sederhana memahami konsep Cryptographic Bill of Materials.


Tantangan bagi Operator Telekomunikasi

Implementasi CBOM di lingkungan operator tentu tidak sederhana.

Operator biasanya memiliki jaringan multi-vendor dan multi-generasi:

2G → 3G → 4G → 5G

ditambah:

  • OSS/BSS

  • Data center

  • Cloud

  • IT systems

  • API

  • IoT

  • Enterprise services

  • Security infrastructure

  • Legacy applications

Sebagian sistem lama bahkan mungkin masih menggunakan software atau library yang sudah berumur.

Karena itu, tantangan terbesar bukan hanya menemukan algoritmanya.

Tetapi juga:

mengetahui dependency dan dampak perubahan terhadap seluruh ekosistem.


Kesimpulan

Migrasi menuju quantum-safe telecom network bukan hanya masalah memilih algoritma kriptografi baru.

Langkah pertama justru adalah mengetahui kondisi jaringan saat ini.

Apa yang menggunakan kriptografi?

Di mana digunakan?

Apa dependency-nya?

Apa dampaknya jika diganti?

Sistem mana yang harus diprioritaskan?

CBOM membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan menyediakan pendekatan inventory dan dependency mapping untuk aset kriptografi.

Jadi, kalau dibuat sangat sederhana:

You cannot reliably plan a security migration if you don't know what needs to change.

Dalam konteks 5G, sebelum berbicara tentang quantum-safe network, operator perlu terlebih dahulu memiliki visibility terhadap cryptographic footprint yang sudah ada di jaringannya.

RF Engineer punya network inventory. Security Engineer membutuhkan cryptographic inventory. Dan CBOM menjadi salah satu pendekatan untuk membangun inventory tersebut.

Tags

Posting Komentar

0Komentar

Silahkan berkomentar yang baik di sini :) (no junk)

Posting Komentar (0)

Search Another