RTWP vs RSSI: Apa Bedanya dan Mengapa Penting dalam Jaringan Telekomunikasi?
Dalam dunia telekomunikasi, terutama saat membahas kualitas jaringan seluler, kita sering menemukan istilah RSSI, RSRP, SINR, hingga RTWP.
Karena sama-sama berhubungan dengan sinyal dan satuannya sering menggunakan dBm, tidak sedikit yang mengira RTWP dan RSSI adalah hal yang sama.
Padahal, keduanya memiliki fungsi, arah pengukuran, dan penggunaan yang berbeda.
Mari kita bahas dengan cara sederhana.
researchgate.netApa Itu RSSI?
RSSI adalah singkatan dari Received Signal Strength Indicator.
Secara sederhana, RSSI menggambarkan:
Seberapa besar total daya sinyal RF yang diterima oleh sebuah perangkat.
Bayangkan Anda sedang berada di sebuah ruangan.
Di ruangan tersebut ada:
suara orang berbicara,
suara musik,
suara kendaraan dari luar,
suara AC.
Jika sebuah alat mengukur seberapa besar total suara yang masuk ke ruangan, kira-kira seperti itulah konsep RSSI.
RSSI bukan selalu hanya menunjukkan sinyal yang kita inginkan.
Secara sederhana:
RSSI = Desired Signal + Interference + Noise
Karena itu, RSSI yang tinggi belum tentu berarti kualitas jaringan bagus.
Misalnya:
RSSI tinggi
↓
Bisa karena sinyal BTS kuat
ATAU
Bisa karena interference dan noise juga tinggiInilah salah satu alasan mengapa pada LTE dan 5G, engineer tidak hanya melihat RSSI. Parameter seperti RSRP, RSRQ, dan SINR biasanya memberikan informasi yang lebih spesifik mengenai kondisi jaringan.
Lalu, Apa Itu RTWP?
RTWP adalah singkatan dari:
Received Total Wideband Power
RTWP umumnya dikenal dalam jaringan 3G/UMTS, terutama untuk memonitor kondisi uplink.
Jika RSSI bisa dianalogikan sebagai kekuatan total sinyal yang diterima oleh suatu perangkat, RTWP lebih tepat dibayangkan sebagai:
Seberapa besar total daya atau "suara" yang diterima oleh receiver di sisi base station pada suatu bandwidth.
Bayangkan sebuah BTS sedang mencoba mendengarkan suara dari banyak pengguna.
Normalnya:
User 1 ──┐
User 2 ──┼──► BTS Receiver
User 3 ──┘Namun jika muncul noise atau interference:
User Signals ───────┐
│
External Noise ─────┼──► BTS Receiver
│
PIM Interference ───┘Maka total daya yang diterima receiver akan meningkat.
Kondisi inilah yang dapat terlihat melalui RTWP.
Perbedaan Utama RTWP dan RSSI
| Parameter | RSSI | RTWP |
|---|---|---|
| Kepanjangan | Received Signal Strength Indicator | Received Total Wideband Power |
| Mengukur | Total daya RF yang diterima receiver | Total wideband power yang diterima receiver |
| Penggunaan umum | Pengukuran kekuatan sinyal | Monitoring uplink pada UMTS/3G |
| Arah | Tergantung teknologi dan implementasi | Umumnya Uplink |
| Digunakan untuk | Indikasi kekuatan sinyal yang diterima | Monitoring noise/interference pada receiver BTS |
| Jika nilainya meningkat | Total received power meningkat | Bisa menunjukkan noise rise atau interference |
Meskipun secara konsep keduanya sama-sama berkaitan dengan received power, istilah dan konteks penggunaannya berbeda.
Mengapa RTWP Penting?
RTWP sangat berguna untuk mendeteksi adanya masalah di sisi uplink.
Misalnya sebuah sektor memiliki kondisi normal:
Sector A RTWP = -105 dBmKemudian tiba-tiba berubah menjadi:
Sector A RTWP = -85 dBmArtinya terdapat kenaikan sekitar:
20 dBKenaikan tersebut cukup signifikan dan bisa menjadi indikasi bahwa receiver BTS sedang menerima noise atau interference tambahan.
Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
External interference
Hardware issue
Feeder atau connector bermasalah
Faulty antenna system
PIM (Passive Intermodulation)
Masalah pada perangkat radio
Uplink interference dari sumber lain
Hubungan RTWP dengan PIM
Salah satu pembahasan yang sering muncul ketika melihat RTWP abnormal adalah PIM.
PIM atau Passive Intermodulation terjadi ketika komponen pasif pada sistem RF menghasilkan sinyal interferensi akibat intermodulasi.
Komponen tersebut dapat berupa:
Connector
Jumper
Feeder
Antenna
Combiner
Splitter
Komponen passive DAS
Misalnya terdapat sambungan yang longgar atau mengalami korosi.
Ketika sinyal RF dengan daya tertentu melewati komponen tersebut, dapat terbentuk produk intermodulasi.
Jika produk tersebut jatuh ke band uplink yang digunakan operator, maka BTS dapat menerima interferensi tambahan.
Alurnya secara sederhana:
Passive Component Problem
↓
PIM Generated
↓
Interference Falls into UL Band
↓
RTWP Increases
↓
Noise Floor Increases
↓
UL SINR Decreases
↓
Uplink Performance DegradesDampaknya dapat berupa:
Uplink throughput menurun
Call setup bermasalah
Voice quality menurun
Call drop meningkat
User mengalami uplink performance yang buruk
RSSI Tinggi Tidak Selalu Bagus
Ini adalah salah satu konsep penting dalam RF.
Misalnya terdapat dua lokasi.
Lokasi A
RSSI = kuat
Interference = rendah
SINR = tinggiKondisi ini biasanya baik.
Tetapi di lokasi B:
RSSI = sangat kuat
Interference = tinggi
SINR = rendahMeskipun RSSI terlihat kuat, kualitas jaringan belum tentu bagus.
Karena itu, engineer biasanya tidak boleh hanya mengatakan:
"Sinyalnya bagus karena RSSI-nya tinggi."
Harus dilihat juga:
RSRP
RSRQ
SINR
CQI
BLER
Throughput
Interference level
Analogi Paling Sederhana
Bayangkan Anda sedang mendengarkan seseorang berbicara.
Kondisi 1
Orang tersebut berbicara cukup keras dalam ruangan yang tenang.
Signal kuat
Noise rendahAnda bisa mendengarnya dengan jelas.
Kondisi 2
Orang tersebut berbicara sangat keras, tetapi Anda berada di tengah konser musik.
Signal kuat
Noise juga sangat tinggiMeskipun suara orang tersebut kuat, Anda tetap sulit memahami apa yang dikatakan.
Kurang lebih seperti itulah hubungan antara:
Signal Strength dan Signal Quality
Karena itu, dalam jaringan modern, engineer tidak cukup hanya melihat seberapa kuat sinyalnya, tetapi juga harus memahami berapa besar noise dan interference yang menyertainya.
Kesimpulan
RTWP dan RSSI bukan parameter yang sama, meskipun keduanya sama-sama berhubungan dengan daya sinyal yang diterima.
Secara sederhana:
RSSI membantu melihat total kekuatan sinyal yang diterima.
Sedangkan:
RTWP digunakan untuk melihat total received power pada bandwidth tertentu dan sangat berguna untuk memonitor kondisi noise dan interference, terutama pada uplink jaringan UMTS.
Jika RTWP tiba-tiba meningkat secara abnormal, engineer perlu melakukan investigasi lebih lanjut.
Jangan langsung mengganti parameter.
Periksa kemungkinan:
interference,
hardware,
antenna system,
feeder dan connector,
hingga kemungkinan PIM.
Karena dalam RF Optimization, angka yang abnormal bukanlah root cause.
Angka tersebut hanyalah petunjuk.
Tugas engineer adalah menemukan apa yang menyebabkan angka tersebut berubah.
Silahkan berkomentar yang baik di sini :) (no junk)