Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Sabtu, 04 November 2017

DT Amatir vs DT Profesional

Apa bedanya menurut teman-teman DT amatir dengan DT profesional??
Sekilas mungkin anda beranggapan bahwa lama kerja atau jam terbang dapat mempengaruhi seorang drive tester bisa disebut amatir ataupun pro.
Mungkin juga ada yang beranggapan bahwa pekerjaan drive test itu hanya mengcollect data saja di lapangan...
padahal peran Drive Tester sangatlah penting dalam proses acceptance performance dari suatu network. Lalu apa yang sebenarnya membedakan antara drive test yang pro dengan yang amatir?

Bukanlah jam terbang, meskipun itu dapat mempengaruhi
Bukanlah tools canggih yang ia miliki
Bukanlah berapa banyak antena yang drive tester gunakan saat melakukan drive test
Bukanlah versi berapa dari tems atau nemo yang ia gunakan......

Melainkan

A-T-T-I-T-U-D-E
atau sikap ia dalam melakukan Drive test. Ada beberapa DTE (Drive Test Engineer) kita sebut saja demikian ya, yang pro dalam bekerja. Ia responsive kepada PLOnya, ia berinisiatif , ia mengambil rute sesuai jalur yang diberikan dan jika ada rute yang tak bisa dilalui,,maka ia segera mengambil foto dengan jelas dan langsung memberikan bersamaan dengan logfile yang dikirimkan tanpa diminta terlebih dahulu. Apalagi ada juga yang memberikan nama berbeda pada logfile jika ia rasa ada event yang membuat logfile tersebut menjadi useless seperti misalnya terdapat drop call atau handover failed...sangat informatif dan pro bukan?

Namun juga ada DTE yang cuek, baginya yang terpenting ada logfiles yang dikirimkan tidak peduli apakah rutenya sudah komplit atau belum, tidak peduli apakah terdapat drop atau failed, bahkan tidak responsive kepada PLOnya. Mengambil foto seadanya tanpa keterangan di bagian mana terdapat blocking routes, dan lain sebagainya. nah itulah DTE yang amatir meskipun jam terbangnya lama.

Jika anda ingin menjadi DTE yang pro dan hebat, maka ikutilah petunjuk sesuai yang diberikan dan berinisiatiflah. Janganlah curang ataupun malas untuk mengambil jalan. Taruhlah antena pada tempatnya, berikan attenuator jika memang diperintahkan, dan ambilah semua rute yg diberikan kecuali jika rute tersebut memang tidak masuk akal untuk dilewati dan fotolah. Jangan terlalu beralasan dengan argumen keliru seperti apakah sitenya sudah dioptim atau belum padahal hal itu tak terkait dengan radio. Kecuali jika jelas kondisi radio sekitar site buruk dan anda sulit misalnya melakukan call setup karena quality yang memang buruk, barulah anda bisa suggest ke PLOnya untuk dilakukan optimasi radio terlebih dahulu sebelum dilakukan drive test.

Tetap semangat untuk drive test engineer Indonesia, mau belajar dan berubah bagi yang masih amatir, sehingga nilai anda naik dan itu adalah kepuasan serta keberuntungan bagi anda sendiri sebagai seorang DTE.





1 komentar:

Rian Budiman mengatakan...

Hmmmm begitu yah, okelah sangat membantu dan ada pencerahan...

Search Another

Blog search