Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Kamis, 19 Oktober 2017

Mahir Tools Ini Anda Pantas Dibayar Mahal

Langsung saja....ACTIX, yaitu salah satu tool processing yang handal untuk menganalisis kondisi jaringan radio quality dari sebuah operator telekomunikasi.
Dengan Actix, kita dapat mengolah logfiles hasil drive test menjadi sebuah informasi yang berharga dalam mengoptimasi suatu jaringan.
Apa saja hasil yang dapat diperoleh dengan menggunakan Actix ini? 

- anda dapat melihat spot daerah mana yang mengalami poor coverage atau kurangnya cakupan sinyal, lemahnya sinyal maupun buruknya kualitas sinyal.
- anda dapat export plot hasil drive test baik itu RSRP, SINR, Throuughput downlink, Uplink Throughput, EARFCN DL, RB ke bentuk tabel excel maupun ke map info (bentuk tab) dan google earth.


----bersambung dulu ya,nantikan lanjutannya
 

Rabu, 11 Oktober 2017

Ketahui Jenis Alarm LTE Nokia

Apa saja alarm yang terjadi pada LTE untuk vendor NOKIA?
mungkin sebagian dari anda menganggap remeh akan hal ini, tapi percayalah dengan mengetahui alarm maka analisis optimasi jaringan anda juga akan lebih kuat.
Perhatikan ID dan penjelasannya.

Alarm Text Alarm ID
   
BASE STATION CONNECTIVITY DEGRADED                           7657
shared:N;Fan failure 7652
EXTERNAL AL 5 7405
BASE STATION OPERATION DEGRADED 7651
EXTERNAL AL 1 7401
shared:N;Difference between BTS master clock and reference f 7652
EXTERNAL AL 6 7406
EXTERNAL AL 3 7403
BASE STATION CONNECTIVITY LOST 7656
GPS receiver alarm: position questionable 7652
GPS receiver alarm: not tracking satellites 7652
shared:N;BTS reference clock missing 7652
EXTERNAL AL 2 7402
EXTERNAL AL 8 7408
EXTERNAL AL 9 7409
EXTERNAL AL 4 7404
EXTERNAL AL 11 7411
BASE STATION FAULTY 7650
Unit autonomous reset as recovery action 7652
EXTERNAL AL 7 7407
EXTERNAL AL 10 7410
shared:N;Failure in optical interface 7652
Bts autonomous reset as recovery action 7652
shared:N;BTS time not corrected 7652
shared:N;Antenna Line Device failure 7652
Diagnostic Files collected 7652
shared:N;Maximum number of neighbor eNBs/cells exceeded 7652
Maximum number of neighbor eNBs/cells exceeded 7652
Fan failure 7652
shared:N;Baseband bus failure 7652
shared:N;RF Module failure 7652
shared:N;Unit autonomous reset as recovery action 7652
GPS Receiver alarm: control interface not available 7652
EXTERNAL AL 12 7412
RET Antenna control failure 7652
Temperature alarm 7652
shared:N;Power on FSMF RF2 line switched off at the front pa 7652
Power on FSMF RF2 line switched off at the front panel 7652
shared:N;Power on FSMF RF1 line switched off at the front pa 7652
Power on FSMF RF1 line switched off at the front panel 7652
Site autonomous reset as recovery action 7652
Failure in optical interface 7652
shared:N;Bts autonomous reset as recovery action 7652
Baseband bus failure 7652
shared:N;GPS Receiver alarm: control interface not available 7652
Power on FSMF RF3 line switched off at the front panel 7652
Antenna Line Device failure 7652
High number anr moi reached 7652
shared:N;Power on FSMF RF3 line switched off at the front pa 7652
shared:N;Antenna line failure 7652
shared:N;Incompatible SW version detected 7652
shared:N;Diagnostic Files collected 7652
GPS receiver alarm: survey in progress 7652
shared:N;Site autonomous reset as recovery action 7652
BTS power cycle detected 7652
Failure in trace session 7652
Power on FSMF RF4 line switched off at the front panel 7652
GPS receiver alarm: no stored position 7652
shared:N;VSWR major alarm 7652
TRSHId:4122235:GPS receiver alarm: not tracking satellites 7652

Itulah sebagian besar alarm-alarm pada LTE dengan perangkat enode B Nokia, selamat berkenalan ;)

Senin, 09 Oktober 2017

Beli Domain dan Hosting Dapat Diskon

Ngomongin soal dunia telekomunikasi, tentunya kita tidak luput dari yang namanya handphone, transfer data, voice, e commerce, internet dan lainnya dimana berkat teknologi telekomunikasi kita dapat berhubungan dengan orang banyak dimanapun ia berada tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

Salah satu yang sedang marak belakangan ini adalah dunia e-commerce yang memanfaatkan sarana internet sebagai jendela dunia untuk mengembangkan bisnis baik berskala kecil, menengah, ataupun besar.

Tidak semua orang terutama di Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang begitu besar dari internet, mungkin termasuk para pembaca di sini dan juga saya pribadi. Jika anda seorang pebisnis di zaman modern seperti sekarang ini, rasanya kurang mantap jika belum memiliki website pribadi untuk mengenalkan toko/bisnis anda kepada seluruh orang di Indonesia atau bahkan dunia.

Mengapa penting menggunakan website atas nama domain sendiri, bukankah banyak sarana gratis seperti blog ini?
jawabannya adalah karena blog gratis kurang memberikan fasilitas maupun fitur seperti website berbayar. Dan tentunya ramah terhadap mesin pencari agar bisnis kita dikenal lebih dahulu dibandingkan orang lain.

Ada banyak pilihan penyedia domain dan hosting di Indonesia, namun saya merekomendasikan provider yang terbaik dengan keandalan servernya, layanan support 24 jam setiap hari! wow
dan tentu akses yang cepat.
Ditambah lagi ebook-ebook menarik yang akan kita dapatkan bila membeli melalui provider ini, dan saya sendiri sudah membuktikannya.

Mau tau lagi keuntungan lainnya dari yang sudah saya tulis di atas? yaitu diskon 10% untuk pembelian hosting jika anda memasukkan kode kupon berikut ini :   

a-mywebsite

Silahkan teman-teman coba kode kupon di atas.
Atau dengan pergi ke link berikut :  Domain & Hosting Termurah 

note: bukan jebakan batman yah ^^, jika teman-teman merasa saya telah membohongi maka saya telah berdosa dan itu sungguh tidak boleh dilakukan.

Demikian semoga teman-teman pembaca mendapatkan banyak manfaat dari blog ini, silahkan dinantikan tulisan pengetahuan telekomunikasi lainnya yang siapa tau dapat membuat gaji teman-teman naik dari sebelumnya ;) aaamiiiiiinn

Salam Sukses,

Senin, 02 Oktober 2017

Cara Konversi Serving Cell ke Enode B ID

Catatan agar tidak lupa dan bingung apabila kita mempunyai database yang di dalamnya tidak ada info berapa sih Enode B IDnya dan cell idnya,
Namun di sana ada keterangan Serving Cellnya yang berisi 8 digit seperti sbb :

39812896
39982879
39982880
39850527
39826209
39895071


Nah berapakah enode b dan cell id nya??
Jawabnya adalah dengan menggunakan rumus mod :

=ROUNDDOWN(Serving Cell/256,0) untuk enode b idnya, dan
=MOD(Serving Cell,256) untuk cell idnya

sehingga menjadi 
Gimana, sudah jelas bukan?
karena biasanya data meas yang ditarik dari sistem, tidak memberikan info detil site idnya, maka dengan kita mengetahui enb id kita akan dapat bisa mencari site id dan cell idnya.


Minggu, 24 September 2017

Bayar Tagihan,Isi Pulsa, dan lain-lain

Hai teman-teman, iklan dulu ya
Silahkan dimanfaatkan di sini bagi teman-teman yang ingin :

1. Isi ulang pulsa handphone,
2. Bayar tagihan listrik PLN pascabayar dan prabayar (beli token listrik)
3. Bayar tagihan Telkom (PSTN, Speedy, Flexi)
4. Bayar PDAM (cek ketersediaan zona dulu ya)
5. Bayar BPJS
6. Cari Tiket Pesawat, Kereta Api
7. Beli Voucher Game
8. Daftar Grab
9. Beli Emas batangan 0.5gr,1gr, 2gr, 5gr, 10gr

Saya dapat membantu kebutuhan teman-teman di atas,
Hubungi email saya atau tinggalkan komen di sini.

Kontak Whatsapp 089637640833


Terima kasih,

Rabu, 13 September 2017

WCDMA 3G Baseband Capacity

Topik kali ini adalah coretan agar tidak hilang mengenai capacity 3G pada vendor Nokia. di 3G baseband dimensioning semuanya terletak pada license baik di HSDPA maupun HSUPA. Meskipun fitur HSDPA dan HSUPA sudah diaktifkan namun kita perlu inject license agar sistem dapat bekerja untuk perhitungan berapa user yang dapat dilayani.
License-license ini dikenal dengan sebutan HSDPA processing set dan HSUPA processing set.
HSDPA dan HSUPA scheduler tidak menghabiskan CE License namun tetap membutuhkan CE License yang terletak pada System Module rel 1(FSMB).

REL99 License
- disupport oleh system module rel 1 FSMB, rel 2 FSMC/D/E , dan rel 3 (FSMF)
- HSPA scheduler rel 2 dan rel 3 tidak memerlukan R99 CE license
- HSPA scheduler rel 1 masih memerlukan R99 CE license

HSDPA Processing Set
- ada 3 jenis tipenya yaitu procset 1, procset 2, dan procset 3
Procset 1 mampu handle 32 user dengan max throughput 7,2 Mbps
Procset 2 mampu handle 72 user dengan max throughput 21 Mbps
Procset 3 mampu handle 72 user dengan max throughput 84 Mbps

Operator dapat mengkombinasikan procset untuk diaktifkan di ketiga sektornya, misalnya procset 1 dengan 2, 2 dengan 3 ,dst. Namun untuk procset 1 tidak bisa dikombinasikan bila confignya mengandung dua buah procset 1. Biasanya operator lebih memilih procset 2 karena faktor biaya yg lebih murah dari procset 3 sedangkan jumlah usernya sama yaitu 72.
Gimana sih cara simpel menghitungnya?
Misal pada sector 1 setelah dilihat ada 500 user, maka bagi saja 500 dengan 72 maka hasilnya sama dengan 6.9 atau dibulatkan menjadi 7 buah license yg diinject (dapat dilihat pada BTS manager).
 
HSUPA Processing Set
Untuk HSUPA procset dapat menghandle sebanyak 24 user dengan max throughput 5.8 Mbps.

CCCH (Common Control Channel) Processing Set 
- License ini valid khusus untuk rel3 termasuk config SM rel 2 dan SM rel 3.
- 1 CCCH Procset sama dengan 1 subunit (SM rel2) atau 0.5 subunit SM rel3 baseband capacity.

Local Cell Grouping (LCG)
konfigurasi LCG diperlukan jika suatu site menghandle lebih dari 6 cell hingga 12 cell. , ataupun untuk MORAN (Multi Operator RAN).
Operator dapat mendefinisikan LCG dalam 2 cara yaitu Frequency layer based (Flexible baseband allocation) 
dan Sector based (fixed baseband allocation).
Flexible baseband allocation = semua cell dari frequency layer harus didekasikan pada local cell yang sama. Hingga 4 LCG dapat dicreate dengan pure HW rel2/rel3 (RF+SM) case.
 

Apa saja yang diperlukan bila mengimplementasi flexible baseband ? 
- frekuensi keseluruhan harus dialokasikan ke LCG yang diberikan
- pure HW rel2/rel3 diperlukan untuk flexible baseband pooling.
Keuntungannya :
- HSPA di kedua sistem module dengan lebih dari 1 LCG
- LCG baseband capacity dapat diadjust sesuai dengan LCG yang dibutuhkan 
- Lebih banyak HSUPA scheduler (1 HSUPA scheduler per LCG)
- DC-HSDPA memungkinkan jika kedua DC carrier menggunakan LCG yang sama

Fixed Baseband Allocation, keseluruhan atau sebagian frequency layer didedikasikan ke LCG.
Apa saja yang diperlukan bila mengimplementasi fixed baseband ?
- 2 system module rel2 atau rel3 (SM rel2 + SM rel3)
- Pure rel2/rel3 HW BTS configuration
Keuntungannya :
- HSPA pada kedua System Module dengan 2 LCG
- HSUPA scheduler yg lebih banyak (1 HSUPA scheduler per LCG) dan baseband capacity untuk HSPA traffic
- memungkinkan untuk DC HSDPA (DC sector split between LCGs)
- meningkatkan softhandover factor

1 FSMF = 5.5 subunit
1 FBBA = 6 subunit

 

Rabu, 02 Agustus 2017

Optim Parameter LTE Untuk Event Festival

Berikut adalah sumber dari telecomsource  biar gak hilang dicatet dulu.
Tapi ini untuk vendor apa yah... Huawei tampaknya

LTE Parameter Optimization Proposal for Festival Event Sites


Hello,

Here I have listed some parameters for H// LTE which can be changed on case of festival event sites.

1) SRI Adaptive Switch 
Activate SRI Adaptive Switch : MOD GLOBALPROCSWITCH: SriAdaptiveSwitch=ON


  • If this parameter is set to ON, the eNodeB adjusts the SRI period based on the SRI algorithm so that the number of admitted UEs can reach the cell capacity.
  • If this parameter is set to OFF, the maximum number of admitted UEs depends on the user-defined SRI period.


2) PUCCH resource adjustment switch
Activate PUCCH resource automatic adjustment Switch : PucchAlgoSwitch=PucchSwitch-1


  • If this switch is turned on, PUCCH resource adjustment achieves better utilization of PUCCH resources and reduces uplink control signaling overhead. When the PUCCH resources decrease, however, CQI resources may need to be reconfigured for a few UEs. The reconfiguration consumes certain downlink resources.
  • If this switch is turned off, uplink control signaling overhead increases.


3) CQI adjustment switch
Activate CQI adjustment step vary switch : MOD CELLALGOSWITCH:CQIADJALGOSWITCH=StepVarySwitch-1; 


  • If this switch is turned on, the IBLER convergence rate can be adjusted based on site scenarios, increasing the downlink rate based on scenarios.
  • If this switch is turned off, the IBLER convergence rate cannot be adjusted, decreasing the downlink rate based on scenarios.


4 ) Activate SRS
Activate SRS : MOD SRSCFG: SrsCfgInd=ON;


  • If this parameter is set to BOOLEAN_TRUE, SRS is supported, and higher performance gains are obtained in features depending on SRS measurements, such as beamforming (BF) and uplink frequency selection. However, the cell peak rate in the uplink decreases due to SRS overheads.
  • If this parameter is set to BOOLEAN_FALSE, no SRS resource is available in the cell, and no UE is configured with SRS resources, and therefore the optimum cell peak rate in the uplink can be obtained. However, lower performance gains are obtained in features depending on SRS measurements.


5) Activate SRS Adaptive Period
Activate SRS adaptive period :MOD SRSADAPTIVECFG: SrsPeriodAdaptive=ON



  • If this parameter is set to ON, the eNodeB adaptively adjusts the SRS period for UEs that will access the cells under the eNodeB. The adjustment is based on the load of SRS resources and achieves a tradeoff between the number of UEs served and network performance.
  • If this parameter is set to OFF, the eNodeB uses a fixed SRS period for UEs that will access the cells under the eNodeB.



6) Set Adaptive RBG Allocation Strategy
Set Adaptive RBG Allocation Strategy : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=x, RbgAllocStrategy=ADAPTIVE



  • If this parameter is set to ROUND_DOWN, all allocated RBs are fully utilized, spectral efficiency is high, but cell throughput is relatively low.
  • If this parameter is set to ROUND_UP, a few allocated RBs are not utilized, spectral efficiency is low, but cell throughput is relatively high. Compared with setting this parameter to ROUND_UP, setting this parameter to ADAPTIVE does not waste RBs when the number of required RBGs is less than 1.


7) Set Adaptive Enhanced CFI 
Set Adaptive Enhanced CFI : MOD CELLPDCCHALGO:PdcchSymNumSwitch=ECfiAdaptionON;

  • If this parameter is set to OFF, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is fixed and cannot be dynamically adjusted.
  • If this parameter is set to ON, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is dynamically adjusted based on the number of required CCEs, and therefore cell downlink throughput increases.
  • If this parameter is set to ECFIADAPTIONON, the dynamic adjustment of the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH considers cell downlink throughput, and therefore can reach higher throughput when downlink frequency selective scheduling is enabled.


8) Set Adaptive RBG Allocation Strategy
Set Adaptive RBG Allocation Strategy : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=x, RbgAllocStrategy=ADAPTIVE



  • If this parameter is set to ROUND_DOWN, all allocated RBs are fully utilized, spectral efficiency is high, but cell throughput is relatively low.
  • If this parameter is set to ROUND_UP, a few allocated RBs are not utilized, spectral efficiency is low, but cell throughput is relatively high. Compared with setting this parameter to ROUND_UP,setting this parameter to ADAPTIVE does not waste RBs when the number of required RBGs is less than 1.



9) Set Adaptive Enhanced CFI 
Set Adaptive Enhanced CFI :MOD CELLPDCCHALGO:PdcchSymNumSwitch=ECfiAdaptionON

  • If this parameter is set to OFF, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is fixed and cannot be dynamically adjusted.
  • If this parameter is set to ON, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is dynamically adjusted based on the number of required CCEs, and therefore cell downlink throughput increases.
  • If this parameter is set to ECFIADAPTIONON, the dynamic adjustment of the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH considers cell downlink throughput, and therefore can reach higher throughput when downlink frequency selective scheduling is enabled.



10) Activate PDCCH Capacity improvement Switch
Activate PDCCH Capacity improvement switch : MOD CELLPDCCHALGO: LocalCellId=0, PdcchCapacityImproveSwitch=ON;
Setting this parameter to ON offers the following benefits:



  • PDCCH capacity is expanded, and therefore cell throughput increases;
  • the uplink CCE allocation success rate increases, and therefore the access success rate increases and service drop rate decreases;
  • the CCE allocation success rate increases, and therefore cell throughput increases.

11) UL Interference Randomization
Set Adaptive Interference Randomization : MOD CELLULSCHALGO: LocalCellId=x, UlRbAllocationStrategy=FS_INRANDOM_ADAPTIVE;
  • If this parameter is set to FS_INRANDOM_ADAPTIVE, inter-cell interference decreases. Both throughput of cell edge users (CEUs) and the total cell throughput increase when the cell is lightly loaded, and throughput of CEUs increases but the total cell throughput may decrease
  • When the cell is heavily loaded. Setting this parameter to the default value FS_NONFS_ADAPTIVE has no impact on network performance



12) Activate DMRS Scheduling for Uplink timing
Activate the mechanism of optimized demodulation reference signal (DMRS) scheduling for uplink timing : MOD TATIMER: LocalCellId=0, TimingResOptSwitch=ON



  • If this parameter is set to OFF, more DMRS resources are consumed for uplink timing when sounding reference signal (SRS) resources are not configured for UEs in heavily loaded cells where there is a large number of UEs. As a result, the access success rate and uplink and downlink throughput decrease, and the service drop rate increases.
  • If this parameter is set to ON, DMRS resources used for uplink timing decrease. As a result, the access success rate and the uplink and downlink throughput do not decrease, and the service drop rate does not increase in heavily loaded cells where there is a large number of UEs. However, the uplink and downlink throughput of UEs that move faster than 120 km/h decreases because of delayed uplink timing.



13) Deactivate UL Pre-allocation
Deactivate UL Pre-allocation : MOD CELLALGOSWITCH: LocalCellId=0, UlSchSwitch=PreAllocationSwitch-0;



  • if preallocation is enabled, the delay of uplink data transmisstion is shortened, but the uplink interference and UE power comsumption are increased.
  • if preallocation is disabled, the delay of uplink data transmission is increased, but the uplink interference and UE power consumption are decreased.



14) Activate Special Signaling Re-transmission
Enable Special Signaling Re-transmission : MOD ENODEBALGOSWITCH: HighLoadNetOptSwitch=SPECSIGRETRANSOPTSWITCH-1;




15) PDCCH & PDSCH Downlink Scheduling Balance


  • If this switch is on and the number of UEs in the cell is large, the number of retransmitted inter-RAT handover commands and the RRC Connection Release messages decreases, and less air interface resources are consumed.
  • If this switch is off, some UEs may not reply to HARQs/ARQs of inter-RAT handover commands, which causes the eNodeB to retransmit inter-RAT handover commands repeatedly. In addition, some UEs may not send ACK to the eNodeB in response to the RRC Connection Release messages, which causes the eNodeB to retransmit the RRC Connection Release messages repeatedly. When one of the preceding conditions is met, uplink and downlink throughput in the cell may decrease.


16) DataThdInPdcchPdschBal :
DL Scheduling : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=0, DataThdInPdcchPdschBal= 17000, UeNumThdInPdcchPdschBal=100;



  • Setting this parameter to 0 has no impact on network performance.
  • Setting this parameter to a non-zero value increases the physical resource block (PRB) usage in the PDSCH and downlink throughput in large traffic volume scenarios.
  • A smaller value of this parameter results in a higher probability of a bearer being determined as a bearer with large packets.
  • A larger value of this parameter results in a lower probability of a bearer being determined as a bearer with large packets.



17) UeNumThdInPdcchPdschBal : 

  • If the number of synchronized UEs in the cell is less than this parameter value, the network performance is not affected.
  • If the number of synchronized UEs in the cell is greater than or equal to this parameter value, PDCCH and PDSCH resources are balanced, increasing PRB usage in the PDSCH and downlink throughput in large traffic volume scenarios.



Please share this with your friends and comment if you would like to add some more parameters.

Kamis, 01 Juni 2017

Cara Ubah Kolom ke Baris Dengan Notepad++

Biar ga lupa untuk suatu waktu dibutuhkan lagi, mari kita catat cara mengubah kolom menjadi baris dengan notepad++,
Ada bedanya dengan kita menggunakan excel yaitu di excel masih terpisah dengan suatu kotak range sedangkan dengan notepad menjadi satu baris dan pemisahnya bisa kita define sendiri.

Contoh untuk mengubah baris ke kolom dengan pemisah tanda koma :
A
B
C
menjadi A,B,C



Ketik ctrl H atau Replace
Isi kotak find what dengan \r\n
dan Replace dengan tanda yang kita inginkan.


Dan selesai sudah.




Kamis, 26 Januari 2017

RSI Planning

Seorang teman ada yang bertanya apakah ada formula untuk RSI (Root Sequence Index) seperti halnya dengan PCI (Physical Cell ID) ?
Biar gak hilang berikut yang sudah pernah saya cari jawabannya, bantuan sumber dari Lauro

Plan RSI biasanya berbeda 10 antar cell satu dengan lainnya, nah yang saya tahu nilai 10nya itu dari sini :
contoh kalo cyclic shiftnya =119 maka
# of rows = ceiling (64 / (integer (sequence length/cyclic shift)))
# of rows = ceiling(64 /(integer(839/119))) = 10
64 adalah jumlah RACH preamble yang ditransmisikan via parameter broadcast di SIB2, parameternya adalah :
a)     RootConfigurationIndex
In LTE, there are 838 root Zadoff-Chu sequences available for preambles. The length of each root sequence is 839. RootConfigurationIndex, informs the UE via SIB2 which sequence is to be used.
b)    ZeroCorrelationZoneConfig.
One root sequence can generate several preambles by cyclic shift. One or more root sequences are needed to generate all preambles in a cell. The UE starts with the broadcasted root index and applies cyclic shifts to generate preambles. ZeroCorrelationZoneConfig points to a table where the cyclic shift is obtained from.
The smaller the cyclic shift, the more preambles can be generated from a root sequence. Hence, the number of sequences needed to generate the 64 preambles in a given cell is:

                        # of rows = ceiling (64 / (integer (sequence length/cyclic shift)))
Btw 119 adalah contoh seperti di perhitungan ini untuk dapat cell radiusnya :
sequence length zadoff chu = 839
Based on 3GPP, the preamble sequence length is 839 and spans 800 milliseconds.

Tambahan dari slide Huawei:

Pusing gak melihat rumusnya ? :D saya juga pusing hahaha, ya ternyata ada kok tabelnya jadi tinggal lihat saja tabel berikut ini untuk cara cepat dapat Ncs, cyclic shift length dengan cell radius :



Search Another

Blog search