Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Senin, 27 November 2017

Join Kulgram Ilmu Planning dan Optim

Hai kawan semua yang membaca postingan ini,
Ada kulgram gratis lho bagi teman-teman yang ingin mempelajari ilmu planning dan optim telekomunikasi. Kita mungkin suka lupa dan ada kesulitan / kasus pada pekerjaan sehari-hari, siapa tahu dengan adanya sarana di telegram ini kita dapat saling membantu dan berbagi pengetahuan.

Jika ada yang belum install telegram,silahkan diinstal dulu di app store seperti biasa, kemudian join di link di bawah ini

Join link kulgram di sini : https://t.me/NPOtelekom

Jika sudah join mohon bantuannya untuk vote topik di sana, dan silahkan share link di atas tadi kepada teman-teman anda agar juga mendapat manfaatnya. Monggo jangan disimpan sendiri, dan berbagilah. Kita tidak boleh kalah oleh kekompakan engineer asing yang berada di seluruh dunia karena mereka memang kompak untuk mengajak dan meng-endorse rekan-rekannya juga turut menjadi pintar dan sukses.

Saya rasa engineer Telko Indonesia pun banyak yang pintar, namun masih sedikit yang mau berbagi kepada junior-juniornya. Jika teman-teman ingin berkontribusi di kulgram ini, silahkan kontak saya agar dijadikan salah satu admin yang dapat mengisi materi. Bagi yang mempunyai case di pekerjaan dan belum dibahas di sana ataupun segala masukan baru silahkan dikomen saja di sini.

Terima kasih atas perhatian teman-teman,
Salam kompak

Jumat, 24 November 2017

Cara Menentukan Besaran Tilt Antena BTS

Berapa besar tilt antena yang anda berikan akan mempengaruhi coverage dari suatu site di jaringan, kali ini kita akan bahas bagaimana sih cara menentukan besaran tilt antena atau merencanakan planning tilting yang baik untuk mendapatkan coverage yang overlapnya pas dalam proses optim physical layer.
Sebelumnya jika teman-teman yang membaca postingan ini mempunyai cara lain silahkan komen di kolom komentar ya..

Ini cara saya menentukan berapa perubahan tilt antena yang dilakukan untuk optimasi berdasarkan hasil drive test ataupun KPI statistik. Dibagi menjadi 2 cara yaitu cara simpel/mudah dan kedua adalah cara detail.
Baik dari kedua cara itu harus diperhatikan faktor penting yaitu data tinggi antena dan actual tilt saat itu. Seperti yang kita ketahui ada 2 jenis tilt : mechanical tilt (MT) dan electrical tilt (ET)
Ubah MT berarti anda mengubah tidak hanya main lobe namun juga side lobe dan back lobe, jadi hati-hati mempertimbangkannya, selain itu mengubah MT juga membutuhkan effort yang tidak sedikit plus waktu yang lama karena izin masuk site, rigger, dll.
Sedangkan ET, yang sering dipilih oleh kebanyakan engineer optim karena sebagian besar antena sudah dipasang remote electrical tilt (RET) sehingga bisa dilakukan cepat dari manapun dan kapanpun dengan melakukan CR (change request) ataupun remote access langsung ke BTS/Enode B-nya.
Jadi yang akan kita bahas kali ini adalah untuk ET saja ya, namun konsepnya sama dengan MT. Perbedaannya MT merubah side lobe & back lobe sedangkan ET tidak.
MT perubahan coveragenya drastis sedangkan ET perlahan.

Ok berikut caranya..
Cara mudah : stepnya
1. Lihat data tinggi antena
2. Lihat PCI plot di 4G atau SC di 3G atau BCCH di 2G
3. Lihat RSRP di 4G atau Rxlev di 2G atau RSCP di 3G
4. Tampilkan data plot drivetestnya di google earth dan fokus ke badspotnya.
5. Tentukan di area badspot tersebut site cell mana yang seharusnya serving, ini bisa anda lihat dari posisi antena site , pci plot, coverage best server prediction, saya lebih memilih melihat melalui best server prediction karena cukup mewakili.
6. Jika sudah tau, maka dari google earth kita lihat kontur antara titik site dengan titik badspot. Jika RSRP tinggi, konturnya datar maka dapat anda downtilt +2 dari actual (contoh before ET=4, after ET=6). Semakin tinggi antena maka semakin besar pula downtiltnya.
Jika RSRP rendah, konturnya menanjak maka dapat anda uptilt +2 atau nilai lainnya bergantung pada tinggi antena dan jarak site dengan badspot.
Jika RSRP rendah/tinggi dan konturnya menurun maka sebaiknya anda downtilt untuk penetrasi yang lebih baik pada site tersebut.
Jika RSRP lemah, tinggi antenanya rendah(misal di bawah 20m) , dan spot berjarak lebih dari 200 meter,maka sebaiknya anda uptilt.

Cara detail : step awalnya adalah seperti pada cara mudah namun untuk besaran nilainya berapa, kita verifikasi melalui prediction di planning tool ataupun simulasikan di postingan sebelumnya berikut ini --> http://telecommunicationforall.blogspot.co.id/2016/07/online-coverage-simulation.html
Surrounding sites juga harus diperhatikan jadi tidak hanya site yang ingin dibuat dominan saja. Lalu bagaimana jika kita ingin perubahan di banyak site? jawabnya adalah dengan fitur Automatic Cell Planner yang terdapat pada planning tools seperti Atoll, MCP, Unet, Netact. Nah kalau sudah main planning tools banyak banget yang kudu diperhatikan agar simulasinya akurat sesuai di lapangan. Data tersebut adalah : resolution maps yang digunakan,clutter map, clutter loss, database site (tinggi antena, tipe antena, tilting antena,koordinat,power), model tuning untuk pathloss prediction termasuk feeder lossnya juga jika belum feeder less.
Selain itu, nilai TA (timing advance) di statistik bisa kita kombinasikan dengan data drive test untuk penentuan apakah site ini overshoot atau overtilt. Jika overshoot maka sudah jelas kita lakukan downtilting pada site yang mengovershoot tersebut. Setelah dapat nilai tiltingnya berapa pada site-site itu, maka input kembali ke planning tools dan simulasikan apakah ada improvement setelah dilakukan perubahan tilt.

Sebenarnya masih banyak cara untuk meng-improve-kan badspot seperti permainan power, dan parameter lainnya, namun cara tilting ini adalah yg paling pertama diperhatikan terlebih dahulu. Jika pyhsical layer optimization sudah baik, maka dapat anda lihat hasil drive testnya pun juga baik (dalam keadaan network normal ya ini, maksudnya jika site tidak ada yang mati, jika tidak ada kasus fiber cut, dan transmisi). Barulah setelah semua pyhsical layer optimization ini sudah maksimal, maka kita lanjutkan analisis ke parameter radionya.

Jadi masih bingung mau uptilt atau downtilt?
Pilih cara mudah atau detail? hehe
semoga membantu ya

Kamis, 23 November 2017

Lowongan DT Engineer Jawa Barat

Halo kawans, ada lowongan yang sedang mencari DT engineer tuh di area Jawa Barat.

semoga rezeki,
link apply 

Drive Test Engineer - Jawa Barat

Company NamePT. ZMG Telekomunikasi Servise Indonesia  Company LocationBandung, ID

Job description

Company Description: ZMG Telekomunikasi Servise Indonesia the leading professional firm known as ZMG since 2008 in Jakarta, which oriented business in Engineering and Construction of a global cellular mobile communication system. Due to its rapid growth, ZMG Indonesia had been existing business area in Indonesia. ZMG Indonesia focus on capacity development, especially in improving skilled, competent and management for staff. experienced engineers and staffs up to 200 and keep growing up Job Description:
  • Collect data in the field
  • Prepared Logfile after Drive test before to be a report
  • Make logfile to be a report after Dive test
  • Help to merge logfile after Drive test
  • Analyze DT Report
  • Selasa, 14 November 2017

    Trend Marketing Dunia Telco dan Cyber di 2017 by Onno W Purbo

    Ada yang menarik dari tulisan salah satu pakar IT Indonesia Onno W Purbo mengenai tren telekomunikasi di tahun 2017-2018, mari teman-teman simak berikut ini, kira-kira apa ya dampaknya ke kita sebagai engineer telekomunikasi? apakah tahun 2018 project telko tetap lesu seperti sekarang ini, atau bisa meningkat? apakah kita yang kontrak sana kontrak sini tetap dapat mengais rezeki di bidang ini dalam jangka panjang?

    --------------------------------------------------------------------
    Menjelang akhir tahun, tampaknya dunia perdukunan semakin di minati. Banyak orang menanyakan prediksi2 akan apa yang mungkin terjadi di tahun2 mendatang, khususnya tahun 2019 dimana akan terjadi pergantian pimpinan di Republik Indonesia. Salah satu topik yang sempat ditanyakan kepada saya adalah tentang strategi marketing khususnya untuk perusahaan Telco / Jasa Telekomunikasi di tahun 2018 mendatang. Berikut adalah sedikit komentar saya terhadap pertanyaan yang di ajukan.

    Secara umum, bagaimana Anda melihat strategi marketing perusahaan-perusahaan telco & jasa telekomunikasi (ISP dll) di Indonesia di tahun 2017?


    Sebetulnya kalau kita mau mentargetkan segmen pasar di dunia cyber, segmen ini kebanyakan isinya anak2 muda, orangnya banyak lumayan terpelajar, maunya aneh2 akibatnya sangat segmented, fokus, masing2 ada spesialisasinya / personalized lah kira-kira.
    Teknik marketing yang sangat terspesialisasi, personalized ini masih jarang digunakan / diexploitasi secara maksimal oleh terutama para operator telekomunikasi. Kebanyakan teknik marketing yang di adopsi oleh perusahaan telekomunikasi adalah teknik marketing konvensional yang menyamaratakan semua pelanggan. Di samping itu, bentuk komunikasinya biasanya satu arah saja. Bukan diskusi / komunikasi dua arah. Pola2 ini biasanya akan membutuhkan biaya yang lumayan mahal.

    Tren-tren pemasaran apa saja yang menonjol di tahun 2017?

    Coba perhatikan cara pemasangan iklan di Google, Youtube, Facebook. Semua situs2 besar di Internet sebetulnya semua akan menggunakan teknik marketing yang sangat segmented, personalized dan customized.
    Customized disini adalah, pola pemasarannya di sesuaikan dengan apa yang kita sukai, apa yang kita lakukan. Pola apa yang kita sukai, apa yang kita lakukan sebetulnya cukup mudah di ketahui dari apa yang kita "search" di Google, apa yang posting di "Facebook", apa yang kita cari di "Bukalapak".
    Tidak heran kalau pola marketing yang sangat customized, dan targeted digunakan oleh banyak market place online, seperti bukalapak, tokopedia dll.

    Terkait adopsi teknologi digital, apakah teknologi sudah digunakan secara maksimal oleh perusahaan-perusahaan telco & jasa Internet di Indonesia?


    Khususnya untuk perusahaan telekomunikasi kayanya kebanyakan masih belum menggunakan pola yang segmented & customized. Kebanyakan perusahaan telekomunikasi bahkan KEMKOMINFO-nya pun masih sangat konvensional dalam memberitahukan ke pelanggan / masyarakat.
    Berbeda dengan market place yang ada di atas Internet, seperti Bukalapak, Tokopedia dll. Mereka rata-rata sudah sangat menguasai pola2 yang lebih baik.

    Bagaimana Anda melihat peluang perusahaan-perusahaan telco di Indonesia untuk lebih tumbuh dan berkembang di tahun 2018?

    Hehehe ... perusahaan telekomunikasi itu uangnya banyak. Apalagi pasar Internet Indonesia baru 20%-an yang di garap, masih ada banyak peluang untuk menggarap lebuh besar lagi.
    Dengan banyak uangnya perusahaan telekomunikasi di tambah pasar yang masih luas, perusahaan telco maupun KEMKOMINFO-nya tidak heran kalau tidak terlalu peduli pola marketing yang segmented yang perlu berfikir lebih dalam, karena dengan apa adanya pasti akan berkembang terus.
    Hal ini akan berubah drastis, kalau pasar / industri telekomunikasi tidak lagi di "monopoly" oleh segelintir operator. Bayangkan kalau semua orang bisa membuat Internet sendiri, dengan kompetisi yang sangat dahsyat, di jamin bahwa perusahaan telekomunikasi kita akan dengan terpaksa menggunakan pola2 marketing yang lebih baik dari yang sekarang digunakan.

    Bagaimana daya beli konsumen, apakah daya beli konsumen Indonesia makin membaik atau makin turun di tahun 2018?


    Ah gak juga ... Daya beli masyarakat tetap bagus. cuma beli-nya bukan ke gerai konvensional tapi beli ke toko2 / market place online dll :) ..
    Jujur, saya / istri & keluarga sekarang ini lebih banyak banyak beli ke bukalapak, tokopedia, Q10, ebay, dll. Sudah jarang beli barang ke Glodok / Mall.
    Ke mall lebih banyak buat cari makan & kumpul keluarga saja :) ..

    Tahun depan merupakan tahun politik, apakah kondisi tersebut akan membuat segmen menengah atas lebih berhati-hati atau menahan diri untuk spending?

    Untuk mereka yang mencari nafkah dengan proyek2 ke pemerintah memang harus nahan diri.
    Untuk mereka yang memperoleh rejeki-nya dari masyarakat langsung rasanya sih tidak terlalu berhati2, relatif aman2 saja. Apalagi buat mereka yang rejeki-nya banyak dari luar negeri :) ...

    Menurut Anda, tren marketing seperti apa yang bakal muncul di tahun depan, terkait dengan makin masifnya pemanfaatan teknologi oleh perusahaan dan konsumen yang makin digitalize?


    Yang pasti,
    • Orang lebih banyak kerja dirumah dengan gadget, apalagi kalau Internet di rumah berkecepatan tinggi.
    • Orang lebih suka melihat yang dia suka saja. Konsekuensinya, pola komunikasinya tidak bisa massal akan tetapi harus menggunakan pola komunikasi dua arah, spesifik & segmented sekali.

    Apakah perusahaan/merek telco harus memiliki strategi khusus dalam menggarap segmen milenial?


    Kalau mau serius, ya sebetulnya perlu strategi khusus.
    Coba saja komunikasi ke anak2 & teman2 anak2 anda .. komunikasi dengan bahasa, media, budaya yang digunakan para milenial yang pasti tidak bisa memakai pola konvensional biasa.

    Bagaimana performa dan prediksi Anda untuk industri telco tahun depan?

    Ini pertanyaan yang biasanya di berikan ke para dukun :) ...
    Jujur sih, bangsa ini masih banyak yang butuh jasa operator telekomunikasi. Saat ini baru 22% bangsa ini yang menikmati akses Internet dengan baik, jadi masih lebar lah pasar untuk dapat rejeki bagi industri telco. Apalagi industri ini relatif agak "monopoly" jadi santai aja buat cari rejeki.
    Pertarungan sengit adanya di wilayah end user equipment seperti gadget dll ... walaupun ini kategori-nya receh Rp. 2-4 juta / gadget tapi lumayan buat cari duit kalau tahu tekniknya.

    Semoga bisa bermanfaat.

    Sabtu, 04 November 2017

    DT Amatir vs DT Profesional

    Apa bedanya menurut teman-teman DT amatir dengan DT profesional??
    Sekilas mungkin anda beranggapan bahwa lama kerja atau jam terbang dapat mempengaruhi seorang drive tester bisa disebut amatir ataupun pro.
    Mungkin juga ada yang beranggapan bahwa pekerjaan drive test itu hanya mengcollect data saja di lapangan...
    padahal peran Drive Tester sangatlah penting dalam proses acceptance performance dari suatu network. Lalu apa yang sebenarnya membedakan antara drive test yang pro dengan yang amatir?

    Bukanlah jam terbang, meskipun itu dapat mempengaruhi
    Bukanlah tools canggih yang ia miliki
    Bukanlah berapa banyak antena yang drive tester gunakan saat melakukan drive test
    Bukanlah versi berapa dari tems atau nemo yang ia gunakan......

    Melainkan

    A-T-T-I-T-U-D-E
    atau sikap ia dalam melakukan Drive test. Ada beberapa DTE (Drive Test Engineer) kita sebut saja demikian ya, yang pro dalam bekerja. Ia responsive kepada PLOnya, ia berinisiatif , ia mengambil rute sesuai jalur yang diberikan dan jika ada rute yang tak bisa dilalui,,maka ia segera mengambil foto dengan jelas dan langsung memberikan bersamaan dengan logfile yang dikirimkan tanpa diminta terlebih dahulu. Apalagi ada juga yang memberikan nama berbeda pada logfile jika ia rasa ada event yang membuat logfile tersebut menjadi useless seperti misalnya terdapat drop call atau handover failed...sangat informatif dan pro bukan?

    Namun juga ada DTE yang cuek, baginya yang terpenting ada logfiles yang dikirimkan tidak peduli apakah rutenya sudah komplit atau belum, tidak peduli apakah terdapat drop atau failed, bahkan tidak responsive kepada PLOnya. Mengambil foto seadanya tanpa keterangan di bagian mana terdapat blocking routes, dan lain sebagainya. nah itulah DTE yang amatir meskipun jam terbangnya lama.

    Jika anda ingin menjadi DTE yang pro dan hebat, maka ikutilah petunjuk sesuai yang diberikan dan berinisiatiflah. Janganlah curang ataupun malas untuk mengambil jalan. Taruhlah antena pada tempatnya, berikan attenuator jika memang diperintahkan, dan ambilah semua rute yg diberikan kecuali jika rute tersebut memang tidak masuk akal untuk dilewati dan fotolah. Jangan terlalu beralasan dengan argumen keliru seperti apakah sitenya sudah dioptim atau belum padahal hal itu tak terkait dengan radio. Kecuali jika jelas kondisi radio sekitar site buruk dan anda sulit misalnya melakukan call setup karena quality yang memang buruk, barulah anda bisa suggest ke PLOnya untuk dilakukan optimasi radio terlebih dahulu sebelum dilakukan drive test.

    Tetap semangat untuk drive test engineer Indonesia, mau belajar dan berubah bagi yang masih amatir, sehingga nilai anda naik dan itu adalah kepuasan serta keberuntungan bagi anda sendiri sebagai seorang DTE.





    Kamis, 19 Oktober 2017

    Mahir Tools Ini Anda Pantas Dibayar Mahal

    Langsung saja....ACTIX, yaitu salah satu tool processing yang handal untuk menganalisis kondisi jaringan radio quality dari sebuah operator telekomunikasi.
    Dengan Actix, kita dapat mengolah logfiles hasil drive test menjadi sebuah informasi yang berharga dalam mengoptimasi suatu jaringan.
    Apa saja hasil yang dapat diperoleh dengan menggunakan Actix ini? 

    - anda dapat melihat spot daerah mana yang mengalami poor coverage atau kurangnya cakupan sinyal, lemahnya sinyal maupun buruknya kualitas sinyal.
    - anda dapat export plot hasil drive test baik itu RSRP, SINR, Throuughput downlink, Uplink Throughput, EARFCN DL, RB ke bentuk tabel excel maupun ke map info (bentuk tab) dan google earth.


    ----bersambung dulu ya,nantikan lanjutannya
     

    Rabu, 11 Oktober 2017

    Ketahui Jenis Alarm LTE Nokia

    Apa saja alarm yang terjadi pada LTE untuk vendor NOKIA?
    mungkin sebagian dari anda menganggap remeh akan hal ini, tapi percayalah dengan mengetahui alarm maka analisis optimasi jaringan anda juga akan lebih kuat.
    Perhatikan ID dan penjelasannya.

    Alarm Text Alarm ID
       
    BASE STATION CONNECTIVITY DEGRADED                           7657
    shared:N;Fan failure 7652
    EXTERNAL AL 5 7405
    BASE STATION OPERATION DEGRADED 7651
    EXTERNAL AL 1 7401
    shared:N;Difference between BTS master clock and reference f 7652
    EXTERNAL AL 6 7406
    EXTERNAL AL 3 7403
    BASE STATION CONNECTIVITY LOST 7656
    GPS receiver alarm: position questionable 7652
    GPS receiver alarm: not tracking satellites 7652
    shared:N;BTS reference clock missing 7652
    EXTERNAL AL 2 7402
    EXTERNAL AL 8 7408
    EXTERNAL AL 9 7409
    EXTERNAL AL 4 7404
    EXTERNAL AL 11 7411
    BASE STATION FAULTY 7650
    Unit autonomous reset as recovery action 7652
    EXTERNAL AL 7 7407
    EXTERNAL AL 10 7410
    shared:N;Failure in optical interface 7652
    Bts autonomous reset as recovery action 7652
    shared:N;BTS time not corrected 7652
    shared:N;Antenna Line Device failure 7652
    Diagnostic Files collected 7652
    shared:N;Maximum number of neighbor eNBs/cells exceeded 7652
    Maximum number of neighbor eNBs/cells exceeded 7652
    Fan failure 7652
    shared:N;Baseband bus failure 7652
    shared:N;RF Module failure 7652
    shared:N;Unit autonomous reset as recovery action 7652
    GPS Receiver alarm: control interface not available 7652
    EXTERNAL AL 12 7412
    RET Antenna control failure 7652
    Temperature alarm 7652
    shared:N;Power on FSMF RF2 line switched off at the front pa 7652
    Power on FSMF RF2 line switched off at the front panel 7652
    shared:N;Power on FSMF RF1 line switched off at the front pa 7652
    Power on FSMF RF1 line switched off at the front panel 7652
    Site autonomous reset as recovery action 7652
    Failure in optical interface 7652
    shared:N;Bts autonomous reset as recovery action 7652
    Baseband bus failure 7652
    shared:N;GPS Receiver alarm: control interface not available 7652
    Power on FSMF RF3 line switched off at the front panel 7652
    Antenna Line Device failure 7652
    High number anr moi reached 7652
    shared:N;Power on FSMF RF3 line switched off at the front pa 7652
    shared:N;Antenna line failure 7652
    shared:N;Incompatible SW version detected 7652
    shared:N;Diagnostic Files collected 7652
    GPS receiver alarm: survey in progress 7652
    shared:N;Site autonomous reset as recovery action 7652
    BTS power cycle detected 7652
    Failure in trace session 7652
    Power on FSMF RF4 line switched off at the front panel 7652
    GPS receiver alarm: no stored position 7652
    shared:N;VSWR major alarm 7652
    TRSHId:4122235:GPS receiver alarm: not tracking satellites 7652

    Itulah sebagian besar alarm-alarm pada LTE dengan perangkat enode B Nokia, selamat berkenalan ;)

    Senin, 09 Oktober 2017

    Beli Domain dan Hosting Dapat Diskon

    Ngomongin soal dunia telekomunikasi, tentunya kita tidak luput dari yang namanya handphone, transfer data, voice, e commerce, internet dan lainnya dimana berkat teknologi telekomunikasi kita dapat berhubungan dengan orang banyak dimanapun ia berada tanpa mengenal batas ruang dan waktu.

    Salah satu yang sedang marak belakangan ini adalah dunia e-commerce yang memanfaatkan sarana internet sebagai jendela dunia untuk mengembangkan bisnis baik berskala kecil, menengah, ataupun besar.

    Tidak semua orang terutama di Indonesia dapat memanfaatkan peluang yang begitu besar dari internet, mungkin termasuk para pembaca di sini dan juga saya pribadi. Jika anda seorang pebisnis di zaman modern seperti sekarang ini, rasanya kurang mantap jika belum memiliki website pribadi untuk mengenalkan toko/bisnis anda kepada seluruh orang di Indonesia atau bahkan dunia.

    Mengapa penting menggunakan website atas nama domain sendiri, bukankah banyak sarana gratis seperti blog ini?
    jawabannya adalah karena blog gratis kurang memberikan fasilitas maupun fitur seperti website berbayar. Dan tentunya ramah terhadap mesin pencari agar bisnis kita dikenal lebih dahulu dibandingkan orang lain.

    Ada banyak pilihan penyedia domain dan hosting di Indonesia, namun saya merekomendasikan provider yang terbaik dengan keandalan servernya, layanan support 24 jam setiap hari! wow
    dan tentu akses yang cepat.
    Ditambah lagi ebook-ebook menarik yang akan kita dapatkan bila membeli melalui provider ini, dan saya sendiri sudah membuktikannya.

    Mau tau lagi keuntungan lainnya dari yang sudah saya tulis di atas? yaitu diskon 10% untuk pembelian hosting jika anda memasukkan kode kupon berikut ini :   

    a-mywebsite

    Silahkan teman-teman coba kode kupon di atas.
    Atau dengan pergi ke link berikut :  Domain & Hosting Termurah 

    note: bukan jebakan batman yah ^^, jika teman-teman merasa saya telah membohongi maka saya telah berdosa dan itu sungguh tidak boleh dilakukan.

    Demikian semoga teman-teman pembaca mendapatkan banyak manfaat dari blog ini, silahkan dinantikan tulisan pengetahuan telekomunikasi lainnya yang siapa tau dapat membuat gaji teman-teman naik dari sebelumnya ;) aaamiiiiiinn

    Salam Sukses,

    Senin, 02 Oktober 2017

    Cara Konversi Serving Cell ke Enode B ID

    Catatan agar tidak lupa dan bingung apabila kita mempunyai database yang di dalamnya tidak ada info berapa sih Enode B IDnya dan cell idnya,
    Namun di sana ada keterangan Serving Cellnya yang berisi 8 digit seperti sbb :

    39812896
    39982879
    39982880
    39850527
    39826209
    39895071


    Nah berapakah enode b dan cell id nya??
    Jawabnya adalah dengan menggunakan rumus mod :

    =ROUNDDOWN(Serving Cell/256,0) untuk enode b idnya, dan
    =MOD(Serving Cell,256) untuk cell idnya

    sehingga menjadi 
    Gimana, sudah jelas bukan?
    karena biasanya data meas yang ditarik dari sistem, tidak memberikan info detil site idnya, maka dengan kita mengetahui enb id kita akan dapat bisa mencari site id dan cell idnya.


    Minggu, 24 September 2017

    Bayar Tagihan,Isi Pulsa, dan lain-lain

    Hai teman-teman, iklan dulu ya
    Silahkan dimanfaatkan di sini bagi teman-teman yang ingin :

    1. Isi ulang pulsa handphone,
    2. Bayar tagihan listrik PLN pascabayar dan prabayar (beli token listrik)
    3. Bayar tagihan Telkom (PSTN, Speedy, Flexi)
    4. Bayar PDAM (cek ketersediaan zona dulu ya)
    5. Bayar BPJS
    6. Cari Tiket Pesawat, Kereta Api
    7. Beli Voucher Game
    8. Daftar Grab
    9. Beli Emas batangan 0.5gr,1gr, 2gr, 5gr, 10gr

    Saya dapat membantu kebutuhan teman-teman di atas,
    Hubungi email saya atau tinggalkan komen di sini.

    Kontak Whatsapp 089637640833


    Terima kasih,

    Rabu, 13 September 2017

    WCDMA 3G Baseband Capacity

    Topik kali ini adalah coretan agar tidak hilang mengenai capacity 3G pada vendor Nokia. di 3G baseband dimensioning semuanya terletak pada license baik di HSDPA maupun HSUPA. Meskipun fitur HSDPA dan HSUPA sudah diaktifkan namun kita perlu inject license agar sistem dapat bekerja untuk perhitungan berapa user yang dapat dilayani.
    License-license ini dikenal dengan sebutan HSDPA processing set dan HSUPA processing set.
    HSDPA dan HSUPA scheduler tidak menghabiskan CE License namun tetap membutuhkan CE License yang terletak pada System Module rel 1(FSMB).

    REL99 License
    - disupport oleh system module rel 1 FSMB, rel 2 FSMC/D/E , dan rel 3 (FSMF)
    - HSPA scheduler rel 2 dan rel 3 tidak memerlukan R99 CE license
    - HSPA scheduler rel 1 masih memerlukan R99 CE license

    HSDPA Processing Set
    - ada 3 jenis tipenya yaitu procset 1, procset 2, dan procset 3
    Procset 1 mampu handle 32 user dengan max throughput 7,2 Mbps
    Procset 2 mampu handle 72 user dengan max throughput 21 Mbps
    Procset 3 mampu handle 72 user dengan max throughput 84 Mbps

    Operator dapat mengkombinasikan procset untuk diaktifkan di ketiga sektornya, misalnya procset 1 dengan 2, 2 dengan 3 ,dst. Namun untuk procset 1 tidak bisa dikombinasikan bila confignya mengandung dua buah procset 1. Biasanya operator lebih memilih procset 2 karena faktor biaya yg lebih murah dari procset 3 sedangkan jumlah usernya sama yaitu 72.
    Gimana sih cara simpel menghitungnya?
    Misal pada sector 1 setelah dilihat ada 500 user, maka bagi saja 500 dengan 72 maka hasilnya sama dengan 6.9 atau dibulatkan menjadi 7 buah license yg diinject (dapat dilihat pada BTS manager).
     
    HSUPA Processing Set
    Untuk HSUPA procset dapat menghandle sebanyak 24 user dengan max throughput 5.8 Mbps.

    CCCH (Common Control Channel) Processing Set 
    - License ini valid khusus untuk rel3 termasuk config SM rel 2 dan SM rel 3.
    - 1 CCCH Procset sama dengan 1 subunit (SM rel2) atau 0.5 subunit SM rel3 baseband capacity.

    Local Cell Grouping (LCG)
    konfigurasi LCG diperlukan jika suatu site menghandle lebih dari 6 cell hingga 12 cell. , ataupun untuk MORAN (Multi Operator RAN).
    Operator dapat mendefinisikan LCG dalam 2 cara yaitu Frequency layer based (Flexible baseband allocation) 
    dan Sector based (fixed baseband allocation).
    Flexible baseband allocation = semua cell dari frequency layer harus didekasikan pada local cell yang sama. Hingga 4 LCG dapat dicreate dengan pure HW rel2/rel3 (RF+SM) case.
     

    Apa saja yang diperlukan bila mengimplementasi flexible baseband ? 
    - frekuensi keseluruhan harus dialokasikan ke LCG yang diberikan
    - pure HW rel2/rel3 diperlukan untuk flexible baseband pooling.
    Keuntungannya :
    - HSPA di kedua sistem module dengan lebih dari 1 LCG
    - LCG baseband capacity dapat diadjust sesuai dengan LCG yang dibutuhkan 
    - Lebih banyak HSUPA scheduler (1 HSUPA scheduler per LCG)
    - DC-HSDPA memungkinkan jika kedua DC carrier menggunakan LCG yang sama

    Fixed Baseband Allocation, keseluruhan atau sebagian frequency layer didedikasikan ke LCG.
    Apa saja yang diperlukan bila mengimplementasi fixed baseband ?
    - 2 system module rel2 atau rel3 (SM rel2 + SM rel3)
    - Pure rel2/rel3 HW BTS configuration
    Keuntungannya :
    - HSPA pada kedua System Module dengan 2 LCG
    - HSUPA scheduler yg lebih banyak (1 HSUPA scheduler per LCG) dan baseband capacity untuk HSPA traffic
    - memungkinkan untuk DC HSDPA (DC sector split between LCGs)
    - meningkatkan softhandover factor

    1 FSMF = 5.5 subunit
    1 FBBA = 6 subunit

     

    Rabu, 02 Agustus 2017

    Optim Parameter LTE Untuk Event Festival

    Berikut adalah sumber dari telecomsource  biar gak hilang dicatet dulu.
    Tapi ini untuk vendor apa yah... Huawei tampaknya

    LTE Parameter Optimization Proposal for Festival Event Sites


    Hello,

    Here I have listed some parameters for H// LTE which can be changed on case of festival event sites.

    1) SRI Adaptive Switch 
    Activate SRI Adaptive Switch : MOD GLOBALPROCSWITCH: SriAdaptiveSwitch=ON


    • If this parameter is set to ON, the eNodeB adjusts the SRI period based on the SRI algorithm so that the number of admitted UEs can reach the cell capacity.
    • If this parameter is set to OFF, the maximum number of admitted UEs depends on the user-defined SRI period.


    2) PUCCH resource adjustment switch
    Activate PUCCH resource automatic adjustment Switch : PucchAlgoSwitch=PucchSwitch-1


    • If this switch is turned on, PUCCH resource adjustment achieves better utilization of PUCCH resources and reduces uplink control signaling overhead. When the PUCCH resources decrease, however, CQI resources may need to be reconfigured for a few UEs. The reconfiguration consumes certain downlink resources.
    • If this switch is turned off, uplink control signaling overhead increases.


    3) CQI adjustment switch
    Activate CQI adjustment step vary switch : MOD CELLALGOSWITCH:CQIADJALGOSWITCH=StepVarySwitch-1; 


    • If this switch is turned on, the IBLER convergence rate can be adjusted based on site scenarios, increasing the downlink rate based on scenarios.
    • If this switch is turned off, the IBLER convergence rate cannot be adjusted, decreasing the downlink rate based on scenarios.


    4 ) Activate SRS
    Activate SRS : MOD SRSCFG: SrsCfgInd=ON;


    • If this parameter is set to BOOLEAN_TRUE, SRS is supported, and higher performance gains are obtained in features depending on SRS measurements, such as beamforming (BF) and uplink frequency selection. However, the cell peak rate in the uplink decreases due to SRS overheads.
    • If this parameter is set to BOOLEAN_FALSE, no SRS resource is available in the cell, and no UE is configured with SRS resources, and therefore the optimum cell peak rate in the uplink can be obtained. However, lower performance gains are obtained in features depending on SRS measurements.


    5) Activate SRS Adaptive Period
    Activate SRS adaptive period :MOD SRSADAPTIVECFG: SrsPeriodAdaptive=ON



    • If this parameter is set to ON, the eNodeB adaptively adjusts the SRS period for UEs that will access the cells under the eNodeB. The adjustment is based on the load of SRS resources and achieves a tradeoff between the number of UEs served and network performance.
    • If this parameter is set to OFF, the eNodeB uses a fixed SRS period for UEs that will access the cells under the eNodeB.



    6) Set Adaptive RBG Allocation Strategy
    Set Adaptive RBG Allocation Strategy : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=x, RbgAllocStrategy=ADAPTIVE



    • If this parameter is set to ROUND_DOWN, all allocated RBs are fully utilized, spectral efficiency is high, but cell throughput is relatively low.
    • If this parameter is set to ROUND_UP, a few allocated RBs are not utilized, spectral efficiency is low, but cell throughput is relatively high. Compared with setting this parameter to ROUND_UP, setting this parameter to ADAPTIVE does not waste RBs when the number of required RBGs is less than 1.


    7) Set Adaptive Enhanced CFI 
    Set Adaptive Enhanced CFI : MOD CELLPDCCHALGO:PdcchSymNumSwitch=ECfiAdaptionON;

    • If this parameter is set to OFF, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is fixed and cannot be dynamically adjusted.
    • If this parameter is set to ON, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is dynamically adjusted based on the number of required CCEs, and therefore cell downlink throughput increases.
    • If this parameter is set to ECFIADAPTIONON, the dynamic adjustment of the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH considers cell downlink throughput, and therefore can reach higher throughput when downlink frequency selective scheduling is enabled.


    8) Set Adaptive RBG Allocation Strategy
    Set Adaptive RBG Allocation Strategy : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=x, RbgAllocStrategy=ADAPTIVE



    • If this parameter is set to ROUND_DOWN, all allocated RBs are fully utilized, spectral efficiency is high, but cell throughput is relatively low.
    • If this parameter is set to ROUND_UP, a few allocated RBs are not utilized, spectral efficiency is low, but cell throughput is relatively high. Compared with setting this parameter to ROUND_UP,setting this parameter to ADAPTIVE does not waste RBs when the number of required RBGs is less than 1.



    9) Set Adaptive Enhanced CFI 
    Set Adaptive Enhanced CFI :MOD CELLPDCCHALGO:PdcchSymNumSwitch=ECfiAdaptionON

    • If this parameter is set to OFF, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is fixed and cannot be dynamically adjusted.
    • If this parameter is set to ON, the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH is dynamically adjusted based on the number of required CCEs, and therefore cell downlink throughput increases.
    • If this parameter is set to ECFIADAPTIONON, the dynamic adjustment of the number of OFDM symbols occupied by the PDCCH considers cell downlink throughput, and therefore can reach higher throughput when downlink frequency selective scheduling is enabled.



    10) Activate PDCCH Capacity improvement Switch
    Activate PDCCH Capacity improvement switch : MOD CELLPDCCHALGO: LocalCellId=0, PdcchCapacityImproveSwitch=ON;
    Setting this parameter to ON offers the following benefits:



    • PDCCH capacity is expanded, and therefore cell throughput increases;
    • the uplink CCE allocation success rate increases, and therefore the access success rate increases and service drop rate decreases;
    • the CCE allocation success rate increases, and therefore cell throughput increases.

    11) UL Interference Randomization
    Set Adaptive Interference Randomization : MOD CELLULSCHALGO: LocalCellId=x, UlRbAllocationStrategy=FS_INRANDOM_ADAPTIVE;
    • If this parameter is set to FS_INRANDOM_ADAPTIVE, inter-cell interference decreases. Both throughput of cell edge users (CEUs) and the total cell throughput increase when the cell is lightly loaded, and throughput of CEUs increases but the total cell throughput may decrease
    • When the cell is heavily loaded. Setting this parameter to the default value FS_NONFS_ADAPTIVE has no impact on network performance



    12) Activate DMRS Scheduling for Uplink timing
    Activate the mechanism of optimized demodulation reference signal (DMRS) scheduling for uplink timing : MOD TATIMER: LocalCellId=0, TimingResOptSwitch=ON



    • If this parameter is set to OFF, more DMRS resources are consumed for uplink timing when sounding reference signal (SRS) resources are not configured for UEs in heavily loaded cells where there is a large number of UEs. As a result, the access success rate and uplink and downlink throughput decrease, and the service drop rate increases.
    • If this parameter is set to ON, DMRS resources used for uplink timing decrease. As a result, the access success rate and the uplink and downlink throughput do not decrease, and the service drop rate does not increase in heavily loaded cells where there is a large number of UEs. However, the uplink and downlink throughput of UEs that move faster than 120 km/h decreases because of delayed uplink timing.



    13) Deactivate UL Pre-allocation
    Deactivate UL Pre-allocation : MOD CELLALGOSWITCH: LocalCellId=0, UlSchSwitch=PreAllocationSwitch-0;



    • if preallocation is enabled, the delay of uplink data transmisstion is shortened, but the uplink interference and UE power comsumption are increased.
    • if preallocation is disabled, the delay of uplink data transmission is increased, but the uplink interference and UE power consumption are decreased.



    14) Activate Special Signaling Re-transmission
    Enable Special Signaling Re-transmission : MOD ENODEBALGOSWITCH: HighLoadNetOptSwitch=SPECSIGRETRANSOPTSWITCH-1;




    15) PDCCH & PDSCH Downlink Scheduling Balance


    • If this switch is on and the number of UEs in the cell is large, the number of retransmitted inter-RAT handover commands and the RRC Connection Release messages decreases, and less air interface resources are consumed.
    • If this switch is off, some UEs may not reply to HARQs/ARQs of inter-RAT handover commands, which causes the eNodeB to retransmit inter-RAT handover commands repeatedly. In addition, some UEs may not send ACK to the eNodeB in response to the RRC Connection Release messages, which causes the eNodeB to retransmit the RRC Connection Release messages repeatedly. When one of the preceding conditions is met, uplink and downlink throughput in the cell may decrease.


    16) DataThdInPdcchPdschBal :
    DL Scheduling : MOD CELLDLSCHALGO: LocalCellId=0, DataThdInPdcchPdschBal= 17000, UeNumThdInPdcchPdschBal=100;



    • Setting this parameter to 0 has no impact on network performance.
    • Setting this parameter to a non-zero value increases the physical resource block (PRB) usage in the PDSCH and downlink throughput in large traffic volume scenarios.
    • A smaller value of this parameter results in a higher probability of a bearer being determined as a bearer with large packets.
    • A larger value of this parameter results in a lower probability of a bearer being determined as a bearer with large packets.



    17) UeNumThdInPdcchPdschBal : 

    • If the number of synchronized UEs in the cell is less than this parameter value, the network performance is not affected.
    • If the number of synchronized UEs in the cell is greater than or equal to this parameter value, PDCCH and PDSCH resources are balanced, increasing PRB usage in the PDSCH and downlink throughput in large traffic volume scenarios.



    Please share this with your friends and comment if you would like to add some more parameters.

    Kamis, 01 Juni 2017

    Cara Ubah Kolom ke Baris Dengan Notepad++

    Biar ga lupa untuk suatu waktu dibutuhkan lagi, mari kita catat cara mengubah kolom menjadi baris dengan notepad++,
    Ada bedanya dengan kita menggunakan excel yaitu di excel masih terpisah dengan suatu kotak range sedangkan dengan notepad menjadi satu baris dan pemisahnya bisa kita define sendiri.

    Contoh untuk mengubah baris ke kolom dengan pemisah tanda koma :
    A
    B
    C
    menjadi A,B,C



    Ketik ctrl H atau Replace
    Isi kotak find what dengan \r\n
    dan Replace dengan tanda yang kita inginkan.


    Dan selesai sudah.




    Kamis, 26 Januari 2017

    RSI Planning

    Seorang teman ada yang bertanya apakah ada formula untuk RSI (Root Sequence Index) seperti halnya dengan PCI (Physical Cell ID) ?
    Biar gak hilang berikut yang sudah pernah saya cari jawabannya, bantuan sumber dari Lauro

    Plan RSI biasanya berbeda 10 antar cell satu dengan lainnya, nah yang saya tahu nilai 10nya itu dari sini :
    contoh kalo cyclic shiftnya =119 maka
    # of rows = ceiling (64 / (integer (sequence length/cyclic shift)))
    # of rows = ceiling(64 /(integer(839/119))) = 10
    64 adalah jumlah RACH preamble yang ditransmisikan via parameter broadcast di SIB2, parameternya adalah :
    a)     RootConfigurationIndex
    In LTE, there are 838 root Zadoff-Chu sequences available for preambles. The length of each root sequence is 839. RootConfigurationIndex, informs the UE via SIB2 which sequence is to be used.
    b)    ZeroCorrelationZoneConfig.
    One root sequence can generate several preambles by cyclic shift. One or more root sequences are needed to generate all preambles in a cell. The UE starts with the broadcasted root index and applies cyclic shifts to generate preambles. ZeroCorrelationZoneConfig points to a table where the cyclic shift is obtained from.
    The smaller the cyclic shift, the more preambles can be generated from a root sequence. Hence, the number of sequences needed to generate the 64 preambles in a given cell is:

                            # of rows = ceiling (64 / (integer (sequence length/cyclic shift)))
    Btw 119 adalah contoh seperti di perhitungan ini untuk dapat cell radiusnya :
    sequence length zadoff chu = 839
    Based on 3GPP, the preamble sequence length is 839 and spans 800 milliseconds.

    Tambahan dari slide Huawei:

    Pusing gak melihat rumusnya ? :D saya juga pusing hahaha, ya ternyata ada kok tabelnya jadi tinggal lihat saja tabel berikut ini untuk cara cepat dapat Ncs, cyclic shift length dengan cell radius :



    Search Another

    Blog search