Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Diskon Domain

Hosting Unlimited Indonesia

Search

Selasa, 11 Maret 2014

Apakah MBC itu

MBC apaan sih?
MBC adalah Multiband Cell atau sebutan lainnya common BCCH, atau single BCCH.
Adalah sistem dual band GSM 900 dan 1800 yang hanya menggunakan 1 frekuensi utamanya saja untuk menangani frekuensi BCCH nya, SDCCH nya, PDCH nya, dan TCH nya.
Kita juga mengenal UL (Underlay) dan OL (Overlay) pada sistem MBC ini.

UL untuk band 900 dan OL untuk band 1800. Sehingga dalam sebuah cell memiliki 2 layer UL dan OL.
UL mengcover keseluruhan area yang lebih luas dibandingkan dengan OL nya. Bila tadi UL fungsinya disebutkan untuk BCCH, SDCCH, PDCH dan TCH, maka OL nya fungsinya hanya untuk traffic load atau TCH saja.



Contoh Konfigurasi MBC : 
UL --> 900 (frekuensi BCCH yang dipakai adalah band 900 dan TCHnya juga band 900)
OL --> 1800 ( tidak ada frekuensi BCCH, yang ada adalah kanal trafik atau TCH dengan band 1800)

Mengapa memakai MBC ? :

  • MBC digunakan untuk meningkatkan kapasitas trafik (misal dengan tabel Erlang GOS 2% pada sistem dual BCCH bila diketahui N=6 maka kapasitas trafik sebesar 2.276 kemudian kalikan 2 maka total menjadi 4.55 erlang. Sedangkan pada single band N=12 maka kapasitas trafiknya sebesar 6.615 erlang)
  • Untuk performa radio (keterbatasan BTS power control, DTX, dan Frequency hopping dihilangkan pada sistem MBC, berbeda ketika memakai sistem traditional dual BCCH). 
  • Menyederhanakan struktur jaringan seperti mengurangi jumlah cell, mengurangi jumlah neighbour yang berarti ini meringankan kerja BSC. 
Kelemahan MBC :
Meskipun begitu, sistem ini juga mempunyai kekurangan yaitu optimisasi jaringan yang lebih rumit dan MS tidak bisa camp ke band selain ULnya. 

Fitur / Parameter yang berhubungan dengan UL dan OL : 
- Dynamic Overlaid/Underlaid Subcells (reuse struktur UL dan OL)
- CSYSTYPE (band ULnya)
- LOL (pathloss)
- SCLDSC (Subcell Load Distribution Function)
- TAOL
- SCLDLUL
- SCLDLOL
- CBCH (Cell Broadcast Channel , untuk band BCCH)

Bila suatu operator menerapkan sistem MBC ini lalu di kemudian hari ingin melepaskannya, kira-kira apakah alasannya menurut teman-teman? :)



Rabu, 12 Februari 2014

Buku Telekomunikasi Untuk Fresh Graduate dan Pemula

  Akhirnya terbit juga proyek menulis buku telekomunikasi yang belum tercapai dari setahun lalu. Buku yang berjudul "Ilmu Praktis Radio Network Planning Untuk Pemula & Profesional" ini, ditujukan khusus untuk para mahasiswa telekomunikasi, fresh graduate, beginner engineer hingga intermediate level yang ingin memasuki dan mendalami bidang Radio Network Planning (RNP) atau Radio Network Design (RND). Tidak ditujukan untuk para expert dan bagi yang merasa sudah menguasai semua hal tentang RNP, terlebih yang sudah overseas alias kerja di luar negeri :)


Apa saja sih isi dari buku tersebut?
Dalam buku itu dibahas mengenai : 
  • arsitektur dan dasar-dasar elemen 2G,3G, dan 4G
  • rumus umum yang digunakan pada pengolahan database RNP
  • mapping sites dengan menggunakan Gcell dan Mcom
  • konsep dasar pembuatan database new site
  • bagaimana melakukan frequency planning yang baik
  • pertanyaan dari dasar hingga menengah dalam wawancara kerja / interview yang sering ditanyakan
  • beberapa link budget pada sistem 2G,3G,4G
  • dan elemen dari LTE 4G 
  Berikut adalah sinopsis dari buku ini :
Sebagian dari lulusan teknik elektro telekomunikasi tidak mempunyai gambaran jelas terhadap dunia yang akan digelutinya, sehingga seringkali menganggap remeh teori yang sudah didapat di kelas dan tidak dapat menjawab pertanyaan dengan baik saat interview memasuki dunia kerja.
  Oleh karena itu buku ini memperkenalkan bagian dari Radio Network Planning kepada para mahasiswa teknik telekomunikasi, maupun engineer dari tingkat pemula hingga profesional. Juga dilengkapi dengan pertanyaan wawancara yang sering muncul terutama saat anda ingin memasuki dunia RF Planning.
  Seiring dengan berkembangnya teknologi telekomunikasi di Indonesia dari 2G sampai 4G, maka dibahas pula elemen dasar GSM,LTE, beserta link budget 2G,3G, hingga 4G yang sebaiknya dikuasai oleh seorang engineer Radio Network Planning. Diharapkan buku ini dapat menguatkan kemampuan dasar anda dan memberikan persiapan yang lebih baik untuk menghadapi wawancara kerja.
Bagi yang ingin memesan buku tersebut, silahkan memesannya melalui link ini ---> Pesan Buku
Di sana anda diharuskan untuk register (hanya dibutuhkan nama dan email anda saja) terlebih dahulu sebelum dapat memesannya. Atau jika ingin ebooknya saja yang ekonomis maka dapat langsung memesannya ke saya.
Demikian info bukunya,
Semoga dapat menjadi manfaat bersama..

Oh iya jika ingin gratis bonus seperti berikut ini :

silahkan hubungi saya di
Email : panji.ryan@gmail.com
Whatsapp contact : 089637640833

Dan tunggu postingan-postingan lainnya yang semoga berguna bagi anda,
Terima kasih

Selasa, 11 Februari 2014

ARQ dan HARQ di WCDMA

ARQ (Automatic Repeat Request) yang digunakan pada UMTS --> sebuat paket error yang diterima akan dihilangkan dan diminta (request) agar ditransmisikan ulang. Jika transmisi ulang juga mengalami kesalahan, maka pengiriman ulang yang lain akan diminta/request.
Menggunakan HARQ (Hybrid ARQ), paket yang error akan disimpan pada receiver dan transmisi ulang akan diminta. Bahkan jika retransmisi tersebut salah, receiver akan mencoba untuk menggabungan 2 kesalahan paket untuk membuat ulang paket asli/original-nya. Agar lebih mudah dimengerti, berikut adalah penjelasan dalam gambarnya dari wikimedia.


Fractional Load Planning

Keterbatasan operator yang hanya memiliki sedikit alokasi frekuensi, membuat metode frequency load planning ini menjadi begitu penting demi tercapainya efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Frequency load planning meliputi Fractional Load (FLP) dan Reuse Pattern.
Kita lihat Fractional Load dari rumusnya yaitu :
(Erlang(cell) + Active PDCH(cell)) / (8 x jumlah frekuensi cluster)
PDCH adalah Packet Data Channel atau kanal yang digunakan untuk data seperti GPRS,EDGE.
Berarti semakin banyak alokasi frekuensi yang digunakan maka fractional loadnya semakin kecil.

Fractional Load Planning bertindak sebagai cell load sharing dimana sebuah cell dapat mendistribusikan beban trafik/ traffic load kepada neighbournya dalam situasi dimana skenario trafik sangat tinggi. Berapa besarnya trafik yang dapat disebarkan dapat dilakukan dengan dimensioning.
Maksimum Fractional Load dipengaruhi oleh cell plan, speech codec, quality, spektrum yang tersedia, dan fitur equipment.
Batas kapasitas cell memperhitungkan korelasi yang tinggi antara rata-rata maksimum Erlang pada jam sibuk dengan fractional load. Parameter yang berhubungan dengan fractional load pada equipment Ericsson contohnya adalah CLSLEVEL, CLSACC, RHYST, CLSRAMP, CLSTIMEINTERVAL, HOCLSACC.

Fractional Load Planning (FLP) berdasarkan teknik SFH yang memerlukan Hybrid combiner, sedangkan Multiple Reuse Pattern (MRP) berdasarkan teknik Baseband Hopping (BBH). Pada umumnya FLP menggunakan metode pola 1/3 dan 1/1, frekuensi reuse yang lebih ketat.

Sumber Review from Ericsson
Relative Capacity Gain (Erlang) pada gambar diagram di bawah ini :

  • Reference network = jaringan tanpa freq reuse
  • Tight Macro cell = perbanyak jumlah sel makro
  • Tighter Freq Reuse = diagram pertama adalah jaringan MRP memakai EFR (enhanced full rate) , diagram kedua FLP 1/1memakai EFR, dan diagram ketiga adalah FLP 1/1 memakai AMR
  • Multiband = 50% penetrasi terminal dan 100% penetrasi terminal
  • Microcell =1 micro cell setiap 200m, diagram pertama 2 TRX dan kedua adalah 4 TRX per micro cellnya
  • Half Rate = 25% penetrasi terminal dan 100% penetrasi terminal

* catatan dari wiki Enhanced Full Rate or EFR or GSM-EFR or GSM 06.60 is a speech coding standard that was developed in order to improve the quite poor quality of GSM-Full Rate (FR) codec. Working at 12.2 kbit/s the EFR provides wirelike quality in any noise free and background noise conditions
 Adaptive Multi-Rate (AMR or AMR-NB or GSM-AMR) audio codec is an audio data compression scheme optimized for speech coding. AMR speech codec consists of a multi-rate narrowband speech codec, that encodes narrowband (200–3400 Hz) signals at variable bit rates ranging from 4.75 to 12.2 kbit/s with toll quality speech starting at 7.4 kbit/s

 Cost yang lebih rendah dengan tighter frequency reuse :

 

Jumat, 07 Februari 2014

Apakah BTS Hotel

Sering mendengar tentang BTS hotel namun belum tahu apakah maksudnya?
BTS hotel adalah BTS yang disentralisasikan pada satu tempat yang melayani beberapa remote site. Base station equipment dengan tiap remote site tersebut dihubungkan oleh sebuah single fiber. Konsep BTS hotel digunakan ketika pembangunan tower sudah tidak diizinkan lagi di area-area tertentu seperti area dense urban, sedangkan operator memerlukan coverage yang cukup maka dengan membangun pole-pole kecil yang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan menara konvensional.
Memakai konsep ODAS: Outdoor Distibuted Antenna System

Mari lihat salah satu skema BTS hotel dari Foxcom sebagai berikut
Keuntungan dari penggunaan BTS hotel adalah :

  1. Real-estate savings --> membutuhkan hanya 1 lokasi untuk ruangan BTS equipment dan pole-pole untuk remote site
  2. Multi-Base Station savings --> Base station untuk teknologi GSM900, GSM1800, UMTS 2100 dan LTE tidak harus diletakkan di setiap lokasi, oleh karena itu ruangan BS yang nantinya akan dipakai sebagai central haruslah cukup menampung semua equipment
  3. Scalability (Capacity / Traffic) --> dapat diupgrade dengan mudah pada 1 lokasi
  4. Future proof --> fleksibel dalam pemusatan equipment dalam mengadaptasi teknologi baru
  5. Transmission line savings (local aggregation) --> dapat menghemat OPEX (Operational Expenditure). Contoh misalnya ada 5 BTS diinstall dalam ruangan, tidak semua 5 transmission line digunakan secara 100% dalam suatu waktu, operator dapat hanya menggunakan 3 line untuk mengumpulkan trafik dari kelima BTS 
  6. Reduced maintenance and operation costs
  7. Flexible site location --> maksimum optical loss yang dapat didukung oleh Foxcom berjarak 20-40 Km

Search Another

Blog search